Senin, September 20, 2021
Beranda Sastra Halaman 3

Sastra

Puisi-puisi Lukas de Talu: Darah, Sepi, dan Bait Rindu dalam Mimpi

DARAH Cahaya senja berdarah cakrawala berdarah batu-batu hitam membisu pohon-pohon tunduk me-nyerah semak belukar ber-kabung matahari tenggelam dalam darah mengapa? apa? kenapa? Cidahu, November ‘99   SEPI Di atas tembok ini siut angin tak kedengaran lagi seolah langit terlepas senja temaram, sepi mencekam ruang menanti malam dari menara kubah terdengar suara azan teringat Nyai salat di atap langit jingga, sekawan...

Puisi-puisi Emanuel Dapa Loka: Pulanglah dan Requiescat in Pace

PULANGLAH   Kemarin bola matamu masih beradu dengan bening telaga senyummu masih bertaut pada mawar setaman wangi tubuhmu berpendar tertiup angin senja mengantar mentari pulang untuk rebah Sepelempar waktu berganti malam engkau bergegas dalam diam untuk pulang, berjumpa Kekasih yang menanti datangmu agar altar perjamuan-Nya tak sepi oleh...

Kita dan Peran dalam Misi Allah

Oleh Pater Remmy Sila, CSsR, Superior Misi Redemptoris di Samoa, Provinsi Oceania TEMPUSDEI.ID (11 JULI 2021) Hari ini kita diajak untuk merenungkan cara Tuhan memilih orang untuk misi tertentu dalam karya penyelamatan-Nya terutama di dalam Gereja-Nya. Kebanyakan orang sering berpikir bahwa...

Puisi Doa Simply da Flores di Hadapan Bunda Maria

MENGGUGAT PEREMPUAN PENUH RAHMAT Ave Maria, Datang padamu, kami yang kehabisan air mata duka lara. Kami yang takut kebingungan dikejar kematian akibat ganasnya pandemi Corona Wahai Puteri Sion, Gadis Nazareth keturunan Daud, Bunda Yesus Kami percaya amanah Putramu dari atas salib: "Ibu, itulah anakmu. Anak, itulah ibumu". Kami kehabisan kata doa, maka datang dengan sejuta tanya dan gugatan anak...

Puisi Simply da Flores tentang Tiga Kembang Mawar Putih dan Semangat Menyalakan Api

TIGA KEMBANG MAWAR PUTIH Tiga kembang mawar putih kubawa dalam ruang sujudku sadari ketakberdayaan jiwa raga menghadapi bencana dan wabah yang datang mengganas dan bertubi-tubi membuat jutaan terkapar dan nyawa direnggut di tanah air ini dan di seluruh dunia Kupetik dan kulepas tiap kelopak dalam bisik doa sahaja pada Sang...

Refleksi Simply da Flores: Menemukan Makna “Via Dolorosa”

TEMPUSDEI.ID (7 JULI 2021) MENEMUKAN MAKNA VIA DOLOROSA Satria Via Dolorosa memikul derita duka nestapa merana menyusuri jalan salib menjemput kematian Tubuh-Nya dihujani pukulan cemooh, hoaks, caci maki terdiam pasrah dalam kesetiaan miskin kata pembelaan diri Ia lakukan Amanah Ilahi Sang Maha Suci jalani derita penuh hina antara Alfa dan Omega kehidupan manusia...

Puisi Simply da Flores tentang Revolusi Mental

REVOLUSI MENTAL Menghadapi ganasnya pandemi Kemarin ketika dicanangkan lelaki kurus ringkih itu sangat banyak yang mencibir, mengejek, tak acuh, tak gubris, bahkan menghujat karena terdengar saat ada kompetisi politik Revolusi Mental? Hari ini ketika pandemi mengganas merenggut nyawa tak pandang umur, profesi, adat budaya, agama dan status sosial di seluruh...

Puisi Simply da Flores untuk Romo Sahid dan Mereka yang Telah “Pulang”

KESAKSIAN SANG LILIN SAHID, Ucapan Terimakasih kpd Alm. Romo Sahid Lilinmu telah terbakar habis dalam waktu imanmu terang bersinar dalam kegelapan zaman api iman dan Imamat membakar benang tugas panggilan leburkan putih jubahmu dalam karya pelayanan memikul salib panggilan sakral agar sampai ajal Pada puisi terakhirmu engkau patrikan pesan jiwa...

Puisi Simply da Flores: Parade Kematian

PARADE KEMATIAN Mati adalah anugerah dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan setiap manusia di bumi fana oleh Sang Pencipta Kematian adalah kepastian, meski misteri caranya, kapan dan dimana Mati karena kecelakaan dan becana alam sering menjadi pengalaman tragis dan tidak gampang dihadapi Mati karena bunuh diri pun sering terjadi...

Puisi Albertus Muda: Ketika Cintaku Terluka

KETIKA CINTAKU TERLUKA Cinta tertabur di relung nurani mengalir deras dari Yang Ilahi menggenangi taman jiwamu meluap mengairi sukma anak cucumu sembari menyeruput gemercik kasih yang membelai dedaunan hati yang terus mekar menghijau Gemercik telaga batin mendesah lirih memandangmu melangkah pergi tak tahu entah ke mana, sedang senja kian muram sebab...

TERKINI

TERPOPULER