Refleksi atas Penghilangan Nyawa di Mana-mana: PELAKU TAK BISA BERSEMBUNYI

125
Lihatlah wajah pengungsi cilik korban perang di Ukraina. Wajah dunia yang kian tak manusiawi.

Oleh Simply da Flores, Harmony Institute

Ada darah tertumpah
ada jazad terkapar
di tengah kota metropolitan
di tanah cendrawasih Papua
di berbagai wilayah Indonesia
di Amerika, Rusia, Ukraina
di Afrika dan Timur Tengah
di mana-mana sedang terjadi
tetes darah mengalir terus
jazad bisu korban bergelimpangan
entah apa pun alasannya
dengan alat senjata apa pun
namun yang pasti
ada nyawa sesama dihilangkan

Para pengungsi perang Ukraina. Perang hanya melahirkan air mata dan derita.

Sejuta cara kisah cerita
bisa saja diciptakan manusia
semua jabatan dan harta
dipakai untuk membenarkan dirinya
untuk mengamankan tindakannya
Namun darah sudah mengalir hilang
jazad telah membisu lenyap
nyawa sudah pergi melayang
alam semesta mencatatnya pasti
Sang Empunya Maha melihat

Karena kita manusia
hakikatnya sesama saudara
maka darah korban itu darah pelaku
jazad korban itu jazad pelaku
nyawa korban menggugat mengadu
Waktu pasti mengadili
Waktu pasti memberi bukti
“Benar itu benar
Salah itu salah”

Pelaku tak bisa sembunyi
darah mengejar hati sanubari
jazad membayangi perasaan
jiwa korban mengikuti setiap desah nafas
mengiringi seluruh detak jantung
menggugat ruang pikiran pelaku
menagih relung jiwa pelaku

Karena korban adalah sesama saudara
sama harkat martabat kehidupan
Anugerah Sang Pencipta,
dan hanya ada satu jalan
dengan sesal maaf ampun
jika sadari hakikat diri
berani sujud sepenuh hati
pada Sang Maha Rahim
Sang Empunya Kehidupan