MELUKIS KANVAS IMAMAT, untuk  Romo Mudji Sutrisno SJ

85

Jemari terus bergerak
alirkan warna-warni damba
pada kanvas pilihanku

Terus melukis,
terus menoreh
dengan kuas desah nafas
dengan cat desiran darah
dengan air nalar pikiran
dengan mata hati nurani
dengan rasa sanubari jiwa
dalam doa sahaja lestari

Telah kupilih kanvas imamat
persembahkan diri pribadi
pada Allah bagi insan,
amalkan meterai nama diri
menjadi pujian bagi Allah
membagi cinta pada insan
melukis pada kanvas imamat
sebagai hamba dan pelayan
dengan doa karya bakti
demi kemuliaan Sang Ilahi
“Ad Majorem Dei Gloriam”

Sering ditanya apa lukisannya
karena tidak semua mengerti
mengapa memilih kanvas imamat
dan menjalani hidup selibat
padahal ada banyak pilihan peran
sesuai bakat dan kemampuan
yang mungkin lebih terkenal
yang bisa lebih tersohor
yang berikan hidup glamour
dan populer mewarnai zaman

“Aku telah membuat pilihan
melukis di kanvas imamat
mengabdi pada Sang Ilahi
berjuang melayani sesama insani
melukis warna-warni cinta
menggores pelangi makna
patrikan pujian amal karya
Dan ketika sudah tiba takdir
saat aku kembali nanti,
kubawa kanvas imamat ini
persembahkan pada Sang Ilahi
sebagai pujian diri pribadi
bagi Kemuliaan Allah
Sang Maha Indah
Sang Maha Cinta
Sang Maha Warna-warni”

Puisi Simply da Flores, Harmony Institute