Bersatulah Cebong dan Kampret Jakarta

125
Pusat Kota Jakarta. (ist)

Oleh Emanuel Dapa Loka

Telah jauh cebongers dan kampretus
pada lintasan masa berlari,
saling memagut dalam deru kota
disaksikan langitnya yang tak pernah biru

Musim telah berganti musim,
malah telah berganti lagi
maka kesadaran mestilah timbul
dari hati dan pikir yang sudah kembali

Lihatlah!
Masa akan melesat lebih cepat lagi
bagai kuda pacu berkendara halilintar,
dengan ksatria tak berpelana di punggungnya
berlari bersama dunia yang berburu

Maka mestilah cebongers dan kampretus
berkanjang merdeka bagi Jakarta;
Si Ibu Kota
yang mesti jadi Kota Ibu untuk semua
agar tidak malah menghasilkan bocah-bocah putus sekolah,
justru di saat mereka terbakar gairah
di bawah gemerlap metropolitan

Akankah mereka hanya jadi polutan metro?
Jika iya, ini melulu tragika!!