Jumat, Februari 26, 2021
Beranda Sastra

Sastra

Jokowi, Rahim yang Melahirkanmu Terbuat dari Campuran Apa?

TEMPUSDEI.ID (23 FEBRUARI 2021) Oleh Agust G Thuru Joko Widodo, Presidenku rahim yang melahirkanmu terbuat dari campuran apa sehingga benih yang ia kandung adalah benih unggul menjadikan engkau saat ini manusia berhati unggul Terbuat dari apakah tulang-tulangmu hingga tak pernah remuk oleh sejuta serangan dari yang merasa kau lawannya sedang engkau penuh...

IBU KOTA, KOTA IBU, Sebuah Refleksi Remy Sylado

Dalam keadaan Jakarta hari ini dengan berbagai persoalan yang ada, rasanya sangat cocok membaca, merenung dan membatinkan puisi sastrawan Remy Sylado berjudul Ibu Kota, Kota Ibu. Puisi ini mengajak warga Jakarta untuk merenungkan diri dan sumbangsih mereka bagi Jakarta,...

Puisi-puisi Rabu Abu, Refleksi “Dari Debu Kembali jadi Debu”

Memasuki masa tobat pada tahun ini melalui pintu Rabu Abu (masa tobat 40 hari dalam gereja Katolik), dua penyair, Simply da Flores dan Agust G. Thuru meracik untaian puisi dan doa berisi tekad pertobatan. Simply adalah Alumni STF Driyarkara...

CERPEN: Kontas Merah dalam Genggaman Ina Bunga

Oleh Suster Imelda Oliva Wissang TEMPUSDEI.ID (16 FEBRUARI 2021) Lagu Ina Maria, Ina Ata Sare terdengar sayup dari toa gereja dekat pelabuhan Sejengkal di perkampungan Balek Lewo, sebuah perkampungan para perantau termasuk dari Flores. Lambat laun alunan lagu terdengar senyap, sesenyap...

CERPEN: Setan, dan Ikhtiar Merawat Pohon

  Oleh Veronica Um Kusrini   Sore itu, Mila masih  bermain di kebuh dekat sekolah. Bukan kebun, lebih tepatnya hamparan rumput di atas tanah berbatu dengan beberapa tanaman perdu dan beberapa pohon besar di dalamnya. Keadaannya sangat jauh dari dari kata dirawat. Pohon...

Karena Penyamun itu Keparat, KPK!

Puisi Chrisanctus Paschalis Saturnus Tuan Puan, Komisi Pemberantas Korupsi, Ketika para pemulung lebih punya harga diri para penyamun duduk mengangkang dengan lidah terjulur dalam hasrat jalang paling jahanam Tilap menilap uang rakyat yang  sabar menahan lapar yang airmatanya terbakar matahari yang doanya tulus ikhlas yang kutuknya jangan terucap Tuan Puan, Komisi...

Puisi-puisi Sultan Musa dari Samarinda

RINDU CENDAWAN aku lelah berbalut letih menulis sepi menjemur gundah aku salah berkalut perih melukis diri melebur kesah masihkah angin mendesir dalam renyah menyisip masihkah embun mendecak dalam hembus menyisir Lalu, menulis 'Tuhan aku rindu cendawan-Mu' #2020 APAKAH  AKU  SUDAH  SIAP  ? Membisu tak beranjak pergi Mungkinkah terpana ? Wujud yang telah kau kira Membentang tanya tak lagi...

WS Rendra: “Maksud Baik Saudara untuk Siapa?”

Jakarta, TEMPUSDEI.ID (14/10) - Situasi yang ingar bingar seputar demonstrasi penolakan UU Omnibus Law yang diikuti oleh berbagai kalangan, terutama mahasiswa, mengingatkan kita pada gelegar puisi legenda dunia susastra Indonesia WS Rendra (alm). Sangat banyak puisi yang ia lahirkan...

Puisi Agust G. Thuru: Darah Merah Darah Putih

Oleh Agust G. Thuru Aku lahir dari tanah leluhur padang luas menikung pada kaki barisan bukit batu ilalang ranggas pada birahinya kemarau debu terbang dari kuku seribu kuda pacuan di situ rahim ibu tempat aku tumbuh untuk sujud Aku tulang-tulang perkasa anak tanah otot-otot liat titisan...

Puisi-puisi Agust G. Thuru bagi Refleksi Kemerdekaan RI

Terjebak Saat engkau diberi kesempatan menggembur tanah gersang menjadi lahan subur menanam kebajikan engkau malah terjebak pesta kenikmatan Tempo hari kau yang janji katakan tidak pada korupsi! eh, janjimu indah semanis hati kini kau berbalik nodai kata hati kau pun terjebak di teras janjimu Setelah kau di tahta rakyat kau pun bersekutu dengan tikus-tikus...

TERKINI

TERPOPULER