Kamis, Mei 13, 2021
Beranda Sastra

Sastra

Puisi Weinata Sairin tentang Ia Yang Naik ke Surga

IA YANG NAIK KE SURGA Hari ini ada sukacita membalut hati hari ini lagu puji membahana di ruang waktu Anak Manusia telah ditinggikan Yesus Sang Penebus masuk ke kemuliaan Allah hari ini kidung sukacita gegap gempita kali ini dunia digelimangi pengharapan Kami ingin memuji nama-Mu terus, ya...

Puisi-puisi Filsiane Mithan tentang Senja dan Perempuan Tungku

SENJA Aku masih di batas kota, menanti cinta yang kau bawa pergi Ah, yang berat bukan rindu, tapi isi kepala tentang khabarmu kini Aku habiskan senja sendiri, tanpa pesan dunia nyata maupun maya Ah, kau dimana? Setiap senja,aku makin tak berdaya Entah ini senja...

Cerpen: Pasar Berdarah

TEMPUSDEI.ID (11 MEI 2021) Oleh Melani, mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tidak pernah sedikitpun terlintas di pikiranku untuk tinggal di kota ini. Bahkan nama kota yang berada di bagian tengah pulau Kalimantan ini, mungkin tidak akan pernah kukenal, lihat,...

Puisi-puisi Ian CK tentang Kemarau, Adaptasi Rasa dan Ketersesatan

TEMPUSDEI.ID (7 Juli 2021) MUSIM KEMARAU Aku tiba di musim kemarau tanah telah memecahkan diri jadi bilangan prima pohon-pohon jati telanjang matahari memeras air mata hati rakyat merah oleh sebab gagal panen. Siapa ingin jadi hujan? Memulihkan tanah, melipatgandakan kesuburan kenakan pakaian hijau menahan cara kerja semesta Tanyakan segalanya pada...

Puisi-puisi Agust G. Thuru tentang Pintu Kemarau dan Wajah Kota

DI PINTU KEMARAU   Pintu kemarau sudah terkuak angin bercumbuan di sabana tempat kaki kecil pernah pahatkan jejak anak gembala menjaring matahari merindu senandung di punggung kuda Angin kemarau berembus kersang bercumbu pada serumpun pandan pantai tempat seraut wajah kecil berteduh memandang derai ombak senja bersama gemuruh cinta yang menepi Di...

Puisi-puisi Simply da Flores tentang Digital Milenial dan Pesona Semesta

SANTA DIGITAL MILENIAL Digital itu tangan sakti mandraguna menggulung jarak dalam genggaman merangkul dunia dalam bola mata satukan ruang dan waktu dengan jari Milenial itu revolusi peradaban zaman pertemukan zaman purbakala dengan masa depan dalam dunia maya lintas pribadi suku ras agama adat budaya tanpa batas ruang...

Puisi Romo Mudji Sutrisno SJ tentang Makna Aksara dalam Belajar Merdeka

AJARI KAMI AKSARA BERMAKNA Dalam Belajar Merdeka di Literasi Mudji Sutrisno, SJ Ketika huruf A lalu I dan S, kami rangkai menjadi AIS, pendidikan mengajari untuk terus “mengais-ais” pantang menyerah dan kreatif dalam hidup ini. Ketika huruf-huruf yang sama, guru-guru literasi yang tekun sabar menemani kami di...

Puisi Weinata Sairin tentang Menunggu tanpa Ragu

MENUNGGU TANPA RAGU Menunggu itu diamuk rindu diganggu ragu tak semua bisa tahan dan bertahan padahal hidup itu didominasi oleh menunggu Para Lansia banyak menunggu menunggu cucu sambil belajar gadget menunggu uang pensiun yang macet setahun karena banknya terlilit pailit menunggu anak dan menantu yang sibuk mengejar karir menunggu sang pasangan hidup yang perlu dilayani karena...

Puisi-puisi Agust G. Thuru dari Denpasar untuk Hari Pendidikan Nasional

TEMPUSDEI.ID (2 MEI 2021) KASUT SANG GURU Masih kutuliskan pada rindu Kasutmu yang kian lusuh adalah kenangan yang kusimpan pada catatan di daun pisang di desa sunyi pengabdianmu Ke lembah dan bukit pedesaan selalu kukenang musim hujan dan kakimu telanjang tak berkasut menuruni bukit terjal karena muridmu pengabdianmu Ke padang sabana...

Puisi-puisi Agust G. Thuru untuk Para Buruh

SATU MEI Biasanya saat matahari satu Mei menjelajah segala ruang kota jalan-jalan tak pernah sepi dari suara pejuang memekakkan selalu ada teriakan mengasah segala saraf dengan ujud untuk keadilan Kali ini genta sunyi menekuk mematikan kekuatan melawan ketakadilan berjedah turun berjuta massa sampai jalan kota tak lagi terpapar oleh bau...

TERKINI

TERPOPULER