Senin, September 20, 2021
Beranda Sastra Halaman 13

Sastra

Pelangi Mewangi, Puisi Weinata Sairin

Pelangi Mewangi Puisi Weinata Sairin Hujan kini tiap saat terjadi tidak lagi menurut aturan musim yang pada tahun 50-an di sekolah rakyat dipelajari pada mata pelajaran ilmu bumi Hujan kini acap terjadi dini hari pukul satu hingga fajar pagi mekar berbinar BMKG  memberi peringatan setiap saat tentang curah hujan...

Puisi-puisi Simply da Flores untuk Paus Fransiskus – Apresiasi atas Kunjungannya ke Irak

TEMPUSDEI.ID (7 MARET 2021) OASE DI PADANG GURUN LARA NESTAPA Ada hati lara nestapa Ada raga luka derita Ada ribuan mulut haus dahaga kasih sayang sesama Ada jutaan jiwa lapar cinta persaudaraan Mengembara di padang pasir kering Penuh debu dendam dibakar terik marah dan kobaran api senjata...

Puisi-puisi Pendeta Weinata Sairin tentang Hujan, Korupsi dan Korona

Hujan dan Korupsi Hujan itu kini hampir seperti korupsi setiap saat terjadi tanpa mengenal musim tanpa mengenal waktu Hujan itu kini nyaris seperti korupsi terjadi di mana-mana bisa kecil bisa besar bahayanya tetap mengancam Hujan dan korupsi hari-hari ini membelah negeri banyak yang kebanjiran karena hujan menumpahkan air dari langit hitam pekat Korupsi terus membanjiri diri sebagian warga...

Jokowi, Rahim yang Melahirkanmu Terbuat dari Campuran Apa?

TEMPUSDEI.ID (23 FEBRUARI 2021) Oleh Agust G Thuru Joko Widodo, Presidenku rahim yang melahirkanmu terbuat dari campuran apa sehingga benih yang ia kandung adalah benih unggul menjadikan engkau saat ini manusia berhati unggul Terbuat dari apakah tulang-tulangmu hingga tak pernah remuk oleh sejuta serangan dari yang merasa kau lawannya sedang engkau penuh...

IBU KOTA, KOTA IBU, Sebuah Refleksi Remy Sylado

Dalam keadaan Jakarta hari ini dengan berbagai persoalan yang ada, rasanya sangat cocok membaca, merenung dan membatinkan puisi sastrawan Remy Sylado berjudul Ibu Kota, Kota Ibu. Puisi ini mengajak warga Jakarta untuk merenungkan diri dan sumbangsih mereka bagi Jakarta,...

Puisi-puisi Rabu Abu, Refleksi “Dari Debu Kembali jadi Debu”

Memasuki masa tobat pada tahun ini melalui pintu Rabu Abu (masa tobat 40 hari dalam gereja Katolik), dua penyair, Simply da Flores dan Agust G. Thuru meracik untaian puisi dan doa berisi tekad pertobatan. Simply adalah Alumni STF Driyarkara...

CERPEN: Kontas Merah dalam Genggaman Ina Bunga

Oleh Suster Imelda Oliva Wissang TEMPUSDEI.ID (16 FEBRUARI 2021) Lagu Ina Maria, Ina Ata Sare terdengar sayup dari toa gereja dekat pelabuhan Sejengkal di perkampungan Balek Lewo, sebuah perkampungan para perantau termasuk dari Flores. Lambat laun alunan lagu terdengar senyap, sesenyap...

CERPEN: Setan, dan Ikhtiar Merawat Pohon

  Oleh Veronica Um Kusrini   Sore itu, Mila masih  bermain di kebuh dekat sekolah. Bukan kebun, lebih tepatnya hamparan rumput di atas tanah berbatu dengan beberapa tanaman perdu dan beberapa pohon besar di dalamnya. Keadaannya sangat jauh dari dari kata dirawat. Pohon...

Karena Penyamun itu Keparat, KPK!

Puisi Chrisanctus Paschalis Saturnus Tuan Puan, Komisi Pemberantas Korupsi, Ketika para pemulung lebih punya harga diri para penyamun duduk mengangkang dengan lidah terjulur dalam hasrat jalang paling jahanam Tilap menilap uang rakyat yang  sabar menahan lapar yang airmatanya terbakar matahari yang doanya tulus ikhlas yang kutuknya jangan terucap Tuan Puan, Komisi...

Puisi-puisi Sultan Musa dari Samarinda

RINDU CENDAWAN aku lelah berbalut letih menulis sepi menjemur gundah aku salah berkalut perih melukis diri melebur kesah masihkah angin mendesir dalam renyah menyisip masihkah embun mendecak dalam hembus menyisir Lalu, menulis 'Tuhan aku rindu cendawan-Mu' #2020 APAKAH  AKU  SUDAH  SIAP  ? Membisu tak beranjak pergi Mungkinkah terpana ? Wujud yang telah kau kira Membentang tanya tak lagi...

TERKINI

TERPOPULER