Lagu “Hanya Debulah Aku”, Teman Tobat Umat Katolik Menuju Paskah

Sejak resmi menjadi nyanyian liturgis Gereja Katolik, lagu Hanya Debulah Aku karya Cosmas Margono, seorang musisi Gereja Katolik nyaris menjadi “lagu wajib” dalam upacara tobat atau saat memasuki masa APP dengan gerbang besar bernama Rabu Abu. Nyaris bisa dikatakan, niat tobat umat Katolik Indonesia selalu ditemani lagu Hanya Debulah Aku tersebut.

Lirik dari lagu yang resmi digunakan sejak tahun 1980 ini indah, sederhana dan menyentuh kesadaran setiap orang yang menyanyikan atau mendengarkan. Musiknya pun teduh, seakan merangsek – menyusup masuk ke dalam jaringan tubuh manusia pendosa yang mau menyadari keberdosaannya. Lagu ini mengajak setiap orang untuk menyadari ketidakpantasan di hadapan Tuhan.

Dengan pesan semacam itulah, maka lagu yang tersua dalam Puji Syukur no 481 ini sangat cocok dinyanyikan saat penerimaan abu sebagai lambang pertobatan. Spirit yang terkandung di dalamnya mengingatkan dengan “tegas” bahwa manusia adalah manusia lemah ibarat debu di alas kaki yang bisa dikebaskan, terbang lalu hilang. Bersamaan dengan itu, lagu ini mengingat manusia sebagai makhluk membutuhkan sebuah pengampunan.

Sebagai makhluk yang penuh dosa, mengangkat wajah apalagi menatap wajah Allah, manusia merasa sangat tak pantas. Namun karena kepercayaan akan kerahiman Allah terhadap manusia, maka manusia pun percaya dan memiliki harapan akan pengampunan Allah jika manusia mau menyesal dan bertobat akan dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Allah acapkali digelari “Maharahim”. Kata “Rahim” sendiri merujuk pada istilah anatomi perempuan. Setiap perempuan pasti memiliki Rahim. Dan sifat rahim seorang ibu adalah melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, membawa ke mana-mana.

Seorang ibu mencintai anaknya yang lahir dari rahimnya bukan karena anaknya berbuat baik terhadapnya atau terhadap orang lain, tetapi karena itu merupakan suatu dorongan hati yang tak terelakkan.

Dalam hubungannya dengan Allah Maharahim, Allah rela mengampuni bahkan menebus umat manusia dengan darah dan air yang mengalir melalui Yesus yang tersalib. Yesus meregang nyawa untuk menebus manusia-manusia berdosa kekasih Allah.

Dalam kesdarannya sebagai orang berdosa yang selalu dikasihi Allah, umat Kristen atau Katolik seharusnyalah merendahkan diri dan mohon ampun dan melakukan pertobatan untuk mendapatkan kerahiman Allah. Dalam semangat dan tekad itu, setiap orang berdosa yang bertobat dan percaya pada belas kasih Allah, akan bangkit bersama Kristus yang menang mengalahkan maut. Selamat Paskah!

HANYA DEBULAH AKU

Hanya debulah aku
Di alas kaki-Mu Tuhan
Hauskan titik embun
Sabda penuh ampun

Tak layak aku tengadah
Menatap wajahMu
Namun tetap kupercaya
Maha Rahim Engkau

Ampun seribu ampun
Hapuskan dosa-dosaku
Segunung sesal ini
Kuunjuk padaMu

Maha Rahim Engkau
Maha Rahim Engkau