PESPARANI Virtual untuk Menyirami Persaudaraan Insani di Tengah Pandemi

189
Suasana pelataran Pesparani 1 Ambon yang meriah itu. (Foto: EDL)

TEMPUSDEI.ID (22 SEPTEMBER 2021)

Seyogianya perhelatan PESPARANI (Pesta Paduan Suara Gerejani) kedua dilaksanakan di Kupang, NTT pada tahun 2020. Namun, pandemi Covid yang sangat tinggi disertai  penerapan PPKM membuat PESRANI Kupang harus diundur ke tahun 2022.

Untuk itu, PESPARANI tahun ini dilaksanakan secara online dan diberi nama Kreasi Virtual Katolik Indonesia (KVKI) dengan tema “Persaudaraan Insani di Tengah Pandemi”. Walau sedikit berbeda dengan jumlah mata lomba PESPARANI luring, namun pelaksanaan KVKI tidak kalah semarak karena diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari 32 Provinsi / LP3KD.

Pelaksanaan sendiri dimulai dengan pembukaan pada tanggal 2 Oktober 2021 dan direncanakan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Sepanjang bulan Oktober 2021 akan ada berbagai macam acara sebagai berikut:

  • Tanggal 7-10 babak penyisihan, semifinal, dan final Cerdas Cermat Rohani Anak dan Remaja.
  • Tanggal 15-16 Lomba Tutur Kitab Suci.
  • Tanggal 6, 13 dan 20: IG live
  • Tanggal 27: Webinar

Semua acara tersebut akan disiarkan baik secara live maupun tunda di media sosial dan saluran Youtube LP3KN, PESPARANI Katolik.

Beberapa tokoh Umat Katolik seperti Ignasius Jonan, Komjen Pol (Purn) Gories Mere, Purnomo Yusgiantoro, Mari Elka Pangestu juga akan menghadiri beberapa sesi dari rangkaian acara tersebut.

Selain itu, kegiatan ini juga akan dihadiri dan didukung oleh Wakil Presiden dan beberapa menteri, seperti Menko Maritim dan Investasi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Keratif, Menteri hokum dan HAM, Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kesehatan, dan tentu Menteri Agama.

KVKI ditutup pada 28 Oktober 2021 oleh Wapres RI, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda. Hal ini untuk menunjukkan bahwa KVKI bukan hanya kegitan keagamaan, tetapi juga kegiatan untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan kecintaan kepada tanah air, Indonesia.

Dalam khotbah pada pembukaan PESPARANI I di Aitu,mbon 2018 lalu, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo mengajak para peserta dan masyarakat untuk merenungkan semangat Sumpah Pemuda sebagai bekal merawat dan menyiangi persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Kardinal Suharyo juga mengatakan pada pembukaan PESPARANI I itu bahwa sidang yang berakhir dengan Sumpah Pemuda dilaksanakan di Kompleks Katedral Jakarta.

“Sabtu sore, 27 Oktober 1928 sidang pertama dilakukan di gedung Pemuda Katolik, yang sekarang terletak di areal Katedral Jakarta. Dan akhirnya sidang itu ditutup pada Minggu malam, 28 Oktober 1928 di gedung yang sekarang disebut Gedung Sumpah Pemuda,” ungkap Kardinal Suharyo.

Diharapkan, KVKI bisa menjadi suatu momen inovasi berkarya bagi LP3KD sekaligus menggelorakan kembali rasa cinta tanah air impitan Pandemi Covid-19. (tD/*)