BKH Lukai Hati dan Bangun Permusuhan dengan Orang NTT

3981
Jokowi saat meresmikan Bendungan Napun Gete di Maumere

Oleh GF Didinong Say, Pengamat Sosial dan Layanan Publik, Tinggal di Jakarta

TEMPUSDEI.ID (24 FEBRUARI 2021)

Didinong Say

Politikus Partai Demokrat dari Dapil Flores, NTT, BKH telah merespons eforia dan antusiasme rakyat NTT dalam menyambut kunjungan Jokowi ke sana, Selasa 23 Pebruari 2021 dengan nyinyir. Ketika itu Presiden ke sana untuk meresmikan  Food Estate di Sumba Tengah dan Bendungan Napun Gete di Maumere Flores. Dalam sebuah statement-nya, BKH  dengan gamblang menyejajarkan  penyambutan spontan masyarakat NTT tersebut dengan peristiwa penyambutan Rizieq Shihab.

Itu sungguh naif, menyakitkan hati orang NTT. BKH hanya cari panggung. Tidak lebih! Dengan pernyataan ini, entah disadari atau tidak, BKH telah membangunpermusuhan dan kebencian dengan rakyat yang diwakilinya.

Sudah sejak awal tampilnya Jokowi dalam panggung kekuasaan  nasional, BKH sering mengeluarkan berbagai pernyataan kontroversial remeh-temeh. Publik masih ingat ketika BKH dengan sembrono mengatakan agar foto Presiden digantung saja di pohon pohon dalam lingkungan DPR RI Senayan.

Segala pernyataan miring BKH  terhadap Jokowi sungguh berbanding terbalik dengan dukungan dan kecintaan masyarakat NTT pada Jokowi. Ini terbukti dalam hasil Pilpres 2019 lalu.

Selasa, 23 Pebruari 2021, Masyarakat NTT di Sumba Tengah dan Maumere tergerak secara spontan karena cinta menyambut kedatangan Jokowi. Tanpa interes dan agenda politik. Tanpa rekayasa, mobilisasi, nasi bungkus dan recehan uang transport. Atas sambutan rakyat tersebut, Jokowi sungguh terharu lalu menampilkan dirinya secara terbuka sembari mengingatkan warga agar menggunakan masker dan menjaga jarak.

Seorang netizen di Maumere menulis di wall media sosial, “Kami masyarakat Sikka tumpah ruah turun ke jalan karena mencintai Presiden kami, jadi jangan disamakan dgn kerumunan Rizieq….”

BACA JUGA:  Cara Cerdas Hadapi Wawancara Kerja

Bertyn De, warga Maumere mengungkapkan betapa sukacita mendalam muncul dalam hati sanubari rakyat  Maumere hanya dengan sekadar melihat sekilas wajah Jokowi secara langsung.

Stefanus Nobertus, warga Maumere menyaksikan beberapa Mama Tua di pinggir jalan menanti dengan rombongan kendaraan Jokowi menuju Bendungan Napun Gete dengan linangan air mata sambil khusuk berdoa: “Tuhan Yesus jaga Jokowi… Bapatua orang baik…”

Begitu cintanya rakyat di Sumba kepada Jokowi sampai muncul keberanian Mama-mama di jalan untuk menerjang hingga terjatuh pengawal Paspampres bersenjata demi menggapai Jokowi di dalam kendaraan.

BKH Sudah Bikin Apa?

Atas pernyataan nyinyir  BKH tersebut, muncul pertanyaan balik tentang peran dan kontribusi BKH untuk NTT atau Dapil yang diwakili dirinya.

Selama ini publik mencatat BKH lebih sebagai sebagai speaker Cikeas, pembela Nazarudin dan sebagainya. Ke mana BKH ketika lahan rakyat di Labuhan Bajo diserbu investor besar? Di mana BKH ketika banyak orang orang NTT jadi korban Human Trafficking dan pulang dalam peti jenasah? Apa sikap BKH terkait posisi NTT sebagai provinsi paling korup? Apa peran BKH dalam kasus Tibo, Sigi, Jogya, Batam, Cibubur? Masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Stop Retorika

Rakyat NTT saat ini sudah tidak butuh representan nyinyir. Orang NTT sekarang ini butuh wakil di Senayan yang jago politik anggaran, produktif dan konkret sehingga menghasilkan percepatan pembangunan infrastruktur, penanganan pandemi Covid, bantuan peningkatan kualitas pertanian dan peternakan serta perikanan, bantuan infrastruktur informasi dan telekomunikasi, dan lain sebagainya. Cukup sudah goreng menggoreng itu, Kraeng.

Facebook Comments

2 KOMENTAR

  1. Hei BKH, anda itu output pendidikan seminari tinggi ledalero, yg sebetulnya punya aklak yg baik. Tp ko cara berpikir,. Cara bertutur kata dn cara bersikap seperti org yg TDK bermoral dn bermartabat? Anda itu memiliki budaya seperti org NTT yg cinta damai atau hy SBG profokator ya.renungkan itu BKH

  2. Balasan untuk BKH atas pernyataan nyiyirnya saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke NTT dan antusiasme masyarakat NTT menyambut kedatangan Presiden adalah dengan TIDAK MEMILIHNYA LAGI MENJADI WAKIL NTT DI SENAYAN karena orang NTT tidak butuh orang seperti BKH yang hanya memperjuangkan kepentingan kelompok dan partainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here