Dessy Santosa: “Seperti Bertemu Kekasih”

148

Hampir boleh dikatakan, hidup Dessy Santosa tidak bisa dipisahkan dari para lanjut usia atau Lansia. Dan uniknya, dia merasa menemukan kebahagiaan tak ternilai ketika berada di antara para Lansia. Lebih jauh, ia mengaku, “Dalam kedekatan dengan para Lansia itu saya merasakan kedekayan yang konkret dengan Tuhan.”

Bagaimana itu terjadi? Sejak kelas 4 SD dia sudah terbiasa melayani kakak dari almarhumah omanya. Dia diminta menemani karena anak-anak-anak sang oma berada di luar kota. Dessy pun dengan senang hati menjalani permintaan tersebut. Alhasil, dia tidak pernah tidur di kamarnya sendiri, tapi tidur di kamar opa dan oma tersebut.

Setelah lulus SD, Dessy kembali diminta menemani opa lainnya—yang juga masih kerabatnya—kebetulan ditinggal meninggal istrinya. “Jadi sejak kecil saya sudah selalu hidup bersama-sama dengan Lansia,” ujar Dessy.

Dessy Santosa

Ketika sudah dewasa, suatu ketika di lingkungannya ada baksos ke Pondok Ozanam di Warakas, Jakarta Utara. Dessy kemudian dengan sukacita membantu suster pimpinan Pondok dengan memasak untuk 30 Lansia setiap minggu kedua. Para Lansia ini tinggal di sekitar Pondok Ozanam di Warakas, tapi mendapat pelayanan dari Pondok Ozanam. “Jadi masakan saya kemudian diantar keliling ke rumah-rumah para Lansia,”  jelas ibu dua anak remaja ini.

Dessy mengaku sangat enjoy melayani para lansia. Sejak beberapa tahun lalu ia juga ikut membantu para Lansia di Rumah Lansia Atmabrata. Namun oleh karena kesibukan dengan pekerjaan, dia tidak bisa full time. “Namun, sungguh! Para Lansia itu benar-benar ada di hati saya. Entah kenapa saya betul-betul jatuh cinta sama para lansia. Tiap kali saya ada di samping mereka, hati dan seluruh energi saya itu seperti menyala-nyala. Sulit untuk saya ungkapkan, tapi perasaan saya ibarat saya melihat Tuhan dalam diri mereka dan saya jatuh cinta,” jelas pemilik nama lengkap Aurelia Elisabeth Dessy Santosa ini.

BACA JUGA:  Gregorius Umbu: Jangan Wariskan Air Mata pada Anak-anak

Karena jatuh cinta itu, setiap kali bertemu mereka, Dessy merasakan seperti bertemu kekasih yang lama tak dijumpainya. Dan sebaliknya, kalau Dessy agak lama tidak datang ke panti, mereka sangat kangen dengan Dessy.

Uniknya, setiap kali ke Panti, Dessy mengajak anak-anaknya ikut serta dengan tujuan agar anak-anaknya memiliki belarasa sejak dini. “Biar mereka benar-benar punya hati yang peduli pada orang-orang di sekitar mereka, pada orang tua, dan juga pada orang-orang yang menderita. Biar mereka melihat sendiri. Saya tidak hanya menceritakan,” ungkap alumni Universitas Atma jaya Yogyakarta ini.

Dessy sadar betul bahwa dalam masa tua, para Lansia sangat merindukan perhatian, kasih sayang, sapaan-sapaan hangat. Mereka juga ingin didengarkan. “Mereka itu gemar bercerita dan ingin didengarkan, dan pasti inilah kebahagiaan mereka. Saya datang untuk bercengkerama, mendengarkan, olahraga bareng, nonton tv bareng. Itu mereka senang banget. Jadi kehadiran kita di antara mereka sangat mereka rindukan,” tambah wanita enerjik ini.

EMANUEL DAPA LOKA

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here