
TANGERANG – Kegiatan buka puasa bersama dengan tokoh nasional Sinta Nuriyah Wahid akan digelar di ASG Stasi St. Petrus Pasar Kemis, Paroki Karawaci, Tangerang, Banten, pada awal Ramadan 2026.
Acara ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi lintas umat sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi” tersebut akan berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 19.30 WIB di ASG Stasi St. Petrus Pasar Kemis, yang beralamat di Jalan Sinar Kemis RT 001/RW 01, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang.
Penyelenggara menyebutkan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, kegiatan buka puasa bersama ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus sarana memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Dalam acara tersebut, Sinta Nuriyah Wahid dijadwalkan memberikan tausiyah dan motivasi kepada para peserta. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan siraman rohani serta menguatkan nilai kebersamaan dan semangat kebaikan di bulan suci Ramadan.
Sebelum acara buka puasa, panitia juga akan mengadakan demo pembuatan kue yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pelaku UMKM Stasi, Paroki, dan masyarakat umum.
Selain itu, akan diselenggarakan pemeriksaan mata bagi lansia, khususnya yang menggunakan kacamata plus, bekerja sama dengan organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).
Diperkirakan sekitar 800 orang akan hadir dalam kegiatan ini. Peserta terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat dari wilayah RT 001/RW 001, serta warga sekitar, termasuk kaum marginal dan dhuafa dari kawasan bedeng di RW 01 yang meliputi RT 001, RT 002, dan RT 003. Mereka juga akan mendapatkan pelayanan kesehatan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Selain tokoh Muslim, acara ini juga akan dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama, termasuk dari komunitas Kristen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, sebagai bentuk penguatan persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Pasar Kemis.*

