
JAKARTA – Pimpinan Pusat PATRIA—Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia terus menggelorakan semangat kebersamaan.
Usai menggelar pelantikan pengurus pada 11 April lalu, organisasi ini langsung bergerak cepat membangun komunikasi strategis dengan berbagai pihak.
Pada 20 April, jajaran pengurus PATRIA melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu menjadi ruang dialog hangat untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang bisa dijalankan secara sinergis.
Salah satu isu utama yang mengemuka adalah upaya memperjuangkan tokoh-tokoh Katolik agar memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Dalam diskusi tersebut, PATRIA menegaskan komitmennya untuk mengambil peran aktif bersama umat Katolik dan berbagai organisasi kemasyarakatan serta komunitas gerejawi.
Ke depan, PATRIA berencana menyusun catatan rekomendasi yang akan disampaikan kepada Bimas Katolik. Rekomendasi itu nantinya diteruskan ke Kementerian Agama serta kementerian terkait yang menangani pemberian gelar nasional.
Dalam kesempatan itu pula, PATRIA telah mengajukan dua nama tokoh Katolik yang dinilai layak diperjuangkan untuk mendapat pengakuan sebagai pahlawan.
Nama Mgr. Gabriel Manek SVD dan Romo YB Mangunwilaya
Dalam diskusi tersebut, PATRIA menyebut nama Mgr. Gabriel Manek SVD dan Romo YB Mangunwijaya Pr untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.
Tak hanya itu, diskusi juga merambah isu pengembangan Gereja Katolik di Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu gagasan yang mencuat adalah mengusulkan Gereja Fransiskus Xaverius di IKN kepada Vatikan agar ditetapkan sebagai Gereja Basilika—sebuah status yang memiliki makna penting dalam tradisi Gereja Katolik.
Direktur Jenderal Bimas Katolik, Suparman, menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan. Ia berharap program-program tersebut dapat segera direalisasikan dan memberi dampak nyata bagi umat.
Pembahasan juga menyentuh isu yang lebih luas, seperti peningkatan kualitas literasi bagi guru agama Katolik di seluruh Indonesia, serta perhatian terhadap kesejahteraan mereka.
Selain itu, muncul pula usulan penyelenggaraan festival liturgi nasional atau penguatan Bulan Kitab Suci Nasional agar Orang Muda Katolik (OMK), lingkungan, dan stasi dapat bergerak bersama membaca Kitab Suci dan menghidupinya dalam keseharian.
Ketua Umum PATRIA, Agustinus Tamo Mbapa, menegaskan bahwa organisasinya ingin terus hadir dan berkontribusi bagi kepentingan Gereja Katolik.
“Sebagai Ormas Katolik, kami akan berusaha bersuara dan berjuang bagi kepentingan Gereja. Untuk itu kami terus membangun komunikasi yang semakin intens dan luas dengan berbagai pihak, termasuk dengan Bimas Katolik,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Agustinus yang akrab disapa Gustaf didampingi oleh sejumlah pengurus pusat PATRIA, yakni Frederick Batari, Elizabeth Kusrini, Yohanes Rumpak, Alexander Philip, dan Yosep Sogen.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan, menandai keseriusan PATRIA dalam membangun jejaring, memperkuat sinergi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi umat serta bangsa. (EDL)

