Ini Alasan Kita Perlu Berdoa bagi Mereka yang Sedang Sekarat

154
Dia memerlukan doamu, Kawan.

Kami berdoa untuk yang sekarat agar mereka dapat dikuatkan di saat-saat terakhir mereka, dan bertahan sampai akhir.

Kematian bisa menjadi peristiwa yang menakutkan dalam kehidupan seseorang, terutama ketika mereka tahu bahwa mereka sedang sekarat dan akan pergi dari kehidupan ini kapan saja.

Inilah alasan sangat penting kita berdoa bagi mereka yang sekarat.

Kita meminta Tuhan untuk mencurahkan rahmat-Nya kepada jiwa yang menderita.

Katekismus Gereja Katolik menjelaskan alasan orang yang sekarat membutuhkan doa kita di bagian sakramen pengurapan orang sakit.

Rahmat pertama sakramen ini adalah salah satu penguatan, kedamaian dan keberanian untuk mengatasi kesulitan yang menyertai kondisi penyakit serius atau kelemahan usia tua.

Rahmat ini adalah karunia Roh Kudus, yang memperbarui kepercayaan dan iman kepada Tuhan dan menguatkan melawan godaan si jahat, yakni godaan untuk putus asa dan kesedihan saat menghadapi kematian.

Setan akan melakukan apa pun yang dia bisa untuk memikat orang yang sekarat menjauh dari Tuhan di saat-saat terakhir mereka.

Perasaan putus asa dan kesepian dapat membuat seseorang berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan mereka.

Selain itu, perasaan malu dan tidak berharga dapat melumpuhkan orang yang di ambang kematian. Mereka mungkin berpikir bahwa karena beratnya dosa mereka, mereka tidak dapat pergi ke Surga.

St Yohanes Paulus II mencatat dalam Suratnya kepada Orang Lanjut Usia bahwa kematian dapat membawa serta ketakutan tertentu atas hal yang tidak diketahui yang sulit ditanggung.

Seperti yang diamati oleh Konsili: “Dalam menghadapi kematian, teka-teki keberadaan manusia menjadi paling akut. Manusia tidak hanya tersiksa oleh rasa sakit dan oleh kerusakan tubuhnya yang semakin parah, tetapi terlebih lagi oleh rasa takut akan kepunahan yang terus-menerus”.

Penderitaan ini memang tidak dapat dihibur jika kematian benar-benar kehancuran, akhir dari segalanya.

Kematian dengan demikian memaksa untuk bertanya pada diri sendiri pertanyaan mendasar tentang makna hidup itu sendiri.

Apa yang ada di sisi lain dari dinding bayangan kematian? Apakah kematian mewakili akhir hidup yang pasti atau apakah ada sesuatu yang ada di baliknya?

Mereka yang sekarat membutuhkan doa kita untuk menghadapi pertanyaan seperti itu dengan damai dan tenang.

Mereka membutuhkan rahmat Tuhan untuk mengakhiri hidup ini tanpa rasa takut akan hal yang tidak diketahui.

Sebaliknya, mereka dapat mati dengan damai mengetahui bahwa Yesus telah mengalahkan maut dan menyambut mereka ke tempat tinggalnya yang kekal. (aleteia/tD)