Putri Mayong – Nurul Arifin, Maura Magnalia dan Mahkota Wisuda di Surga

2031
Mendiang Maura Magnalia bersama kedua orang tuanya Mayong Suryolaksono dan Nurul Arifin

Berita duka tiba-tiba berembus dari keluarga Mayong Suryolaksono dan Nurul Arifin. Anak pertama mereka Maura Magnalia dikabarkan meninggal. Asisten rumah tangga mendapati Maura sudah tidak berdaya di meja makan pada pukul 5 pagi, 25/1/22. Dan meninggal pukul 5.37 pagi di rumah sakit. Informasi yang beredar luas mengatakan, gagal jantunglah yang merenggut nyawa gadis cantik berusia 28 tahun itu, sebuah usia yang masih sangat muda.

Peristiwa kematian Maura, warga Paroki Santo Matius Cinere itu kembali membuktikan bahwa usia muda atau tua bukan ukuran lagi seseorang bisa mengalami serangan jantung atau tidak.

Maura sempat dilarikan ke rumah sakit pada pukul 5 pagi. “Karena henti jantung. Sempat ada 37 menit, tapi tidak tertolong,” kata Mayong kepada wartawan.

Diduga, Maura keletihan sekaligus mengalami stress akibat menyiapkan berbagai hal menyambut hari wisuda S2-nya di Sidney, Australia pada Maret nanti.

Ya, Maura kini telah “berjumpa” dengan Allah Penciptanya. Perjumpaan itu terjadi tidak terduga oleh akal manusia. Datangnya ajal itu, tidak seorang pun yang bisa menduga datangnya; ibarat pencuri yang datang di waktu malam.

Seperti harapan Nurul Arifin, semoga Maura kini telah menemukan surganya. Mendapatkan mahkota wisuda abadi di Surga. Requiescat in pace! (tD)