Mari Rajut Relasi yang Menyembuhkan

143
Eleine Magdalena

 

Eleine MagdalenaPenulis buku-buku renungan best seller

Setiap orang hanya butuh sedikit cinta dan perhatian dan ini mempunyai arti yang sangat besar.

TEMPUSDEI.ID (1/11/21)-Setiap perjumpaan dapat menjadi suatu kesempatan untuk membagikan cinta. Setiap orang hanya butuh sedikit cinta dan perhatian. Ini mempunyai arti yang sangat besar.

Ia dapat menembus batas-batas suku, agama, bahasa, status dan berbagai perbedaan. Perjumpaan mampu meruntuhkan dinding yang menyebabkan keterasingan manusia dari dunia sekelilingnya. Juga sanggup menghangatkan hati yang dingin dan beku.

Yesus menawarkan cinta dengan mendahului menyapa perempuan Samaria itu. Padahal, kita tahu, orang Yahudi menjauhi dan memusuhi orang Samaria. Yesus mengisyaratkan suatu persahabatan dengan membuka percakapan.

Yesus menyampaikan kebutuhannya: “Berilah Aku minum”. Kesediaan mengakui kebutuhan dan menerima kebaikan orang lain adalah bagian dari suatu hubungan yang mendalam. Mengakui adanya kebutuhan memberi kesempatan bagi orang lain untuk menjadi bagian dari kita. Hubungan seperti ini membutuhkan kepercayaan atau trust.

Yesus mulai membangun pelan-pelan kepercayaan dalam diri perempuan Samaria ini. Dia tidak mudah mundur menghadapi berbagai penolakan dan kesangsian dari perempuan Samaria ini.

Tuhan penuh keyakinan dan pengharapan akan hubungan ini. Adakah kita juga penuh pengharapan dalam setiap relasi yang kita jalin?

Juga, jikalau relasi kita dengan suami, istri, anak-anak, saudara, mertua, dan sahabat belum membuahkan perubahan menggembirakan. Adakah kita tetap percaya pada kebaikan hati, ketulusan dan cinta yang mampu mengubah keterasingan menjadi kedekatan, kegersangan menjadi kedamaian?

Adakah kita tetap maju dalam segala tantangan untuk membangun jembatan dan bukan tembok dalam relasi kita?

Marilah kita memperbarui segala niat untuk membangun relasi dengan orang-orang terdekat yang kita cintai. Kita tumbuhkan kepercayaan dalam relasi kita, mengobarkan kembali semangat mencintai dengan tulus.

Mari buka kembali relasi dengan orang-orang yang kita jauhi dan menawarkan air hidup yang mengalir dari dalam hati kita karena cinta akan Kristus.*