Perintah Tuhan dan Kebahagiaan Manusia

82
Eleine Magadalena

Eleine Magdalena, Penulis best seller buku-buku renungan

Jika kita memerhatikan semua petunjuk dan bimbingan Tuhan, dan mengajarkan juga kepada anak-anak kita, hidup kita dan anak cucu akan damai bumi dan di surga.

Kunci kebahagiaan dan keberhasilan anak-anak adalah mengenal Allah dan kehendak-Nya serta mempraktikkannya. Kiranya doa-doa mengiringi setiap langkah kita dalam mendidik anak-anak.

Peribahasa Tionghoa kuno mengatakan: “Menegakkan sebatang pohon memerlukan waktu 10 tahun, mendidik seorang manusia memerlukan waktu 100 tahun”.

Mendidik anak menjadi seorang yang baik, takut akan Tuhan dan berkembang sesuai dengan rencana-Nya membutuhkan perhatian yang sungguh-sungguh, waktu yang panjang dan bukan sekadar sisa-sisa waktu yang ada.

Mendidik anak untuk menjadi orang yang berhasil tidaklah cukup dengan menyekolahkan anak di sekolah favorit atau mengikutkan anak pelbagai macam kursus. Perlu lebih dari itu.

Orangtua adalah wakil Allah di dunia ini. Orangtua bertindak sebagai wakil Tuhan dalam berbicara, mengajarkan prinsip hidup dan moral.

Sikap dan tindakan orangtua membentuk sikap dan pandangan anak terhadap Tuhan. Anak melihat Tuhan melalui orangtua mereka. Oleh karena itu, orangtua perlu memiliki hati yang penuh kasih.

Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah, dapat memancarkan kemuliaan Allah.

Laki-laki diberikan kewibawaan yang me-wakili kuasa dan kedaulatan Allah dalam keluarganya. Perempuan diberikan kelembutan yang mewakili Kerahiman Allah.

Menjadi orangtua sangat membahagiakan sekaligus merupakan tanggung jawab besar. Sebagai manusia orangtua amat terbatas. Kita tidak dapat selalu berada di mana anak-anak berada.

Kita tidak mampu menguasai segala faktor yang memengaruhi anak-anak. Namun bukan berarti kita tidak berdaya dan terus dilanda kekhawatiran atau ketakutan.

Kunci keberhasilan orangtua bukanlah semata-mata karena usaha dan kemampuan sendiri, melainkan pada bekerja sama dengan rahmat Tuhan, membuka hati pada kehendak-Nya dan mengikuti bimbingan-Nya.

Seorang teman yang melepas anak perempuan satu-satunya bersekolah ke luar negeri setiap hari berdoa mohon perlindungan Tuhan bagi anaknya.

Ia mengatakan, tidak mungkin dapat mengontrol semuanya demi kebaikan anaknya tanpa minta tolong kepada Tuhan.

Dalam Yes 48: 17-19 Tuhan mengingatkan bahwa Dialah Tuhan Allah yang mengajarkan apa yang berguna dan menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh.

Tuhan menyediakan bimbingan-Nya lewat Kitab Suci, ajaran para Rasul yang diteruskan oleh magisterium, dalam tradisi dan ajaran Gereja Katolik, lewat teladan dan ajaran santo-santa.

Kita juga perlu tekun berdoa. Bila orangtua berdoa untuk anak-anak, berarti memohon kuasa Allah bekerja atas diri anak-anak.

Dengan berdoa, kita merendahkan diri dan mengakui keterbatasan kita di hadapan Allah.

Kita dapat berdoa: “Aku membutuhkan kehadiran dan kuasa-Mu Tuhan untuk mendidik anak-anakku. Aku tidak mampu melakukannya tanpa Engkau”.