Presiden Joko Widodo: Orang Katolik Mampu Beradaptasi dengan Cepat di Masa Pandemi

2890
Presiden Jokowi mengapresiasi orang Katolik.

 JAKARTA, TEMPUSDEI.ID (4 OKTOBER 2021)

Presiden RI Joko Widodo membuka secara resmi Kreasi Virtual Katolik Indonesia (KVKI) yang dilangsungkan secara live streaming melalui zoom dan Youtube channel Pesparani Katolik dari Pusat Pastoral (Pupas) Samadi, Klender, Jakarta, Sabtu, 2/10/2021.

KVKI yang diadakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Nasional (LP3KN) akan berlangsung tanggal 2 – 28 Oktober 2021. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari 34 provinsi se Indonesia dengan menggelar tiga jenis lomba, Tutur Kitab Suci, Cerdas Cermat Remaja, dan Mazmur Tanggapan.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan bahwa pandemi Covid-19 sangat membatasi kegiatan mobilitas tetapi ternyata tidak dapat menghalangi kreativitas.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk selalu semangat dan produktif untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dengan memanfaatkan teknologi dan digital.

“Saya sangat mengapresiasi acara yang dilaksanakan secara virtual ini, membuktikan bahwa umat Katolik mampu beradaptasi dengan cepat dan memberikan contoh bagi sesama dengan kebiasaan-kebiasaan baru dan menyiapkan diri dari transisi pandemi ke endemi,” terangnya.

Presiden Jokowi mengingatkan dengan kondisi pandemi ini untuk tidak berhenti berdoa, menyalurkan semangat optimisme dan menebarkan kebaikan. Tidak lupa, ia juga mengajak seluruh umat Katolik untuk selalu menjaga keluarga, sesama, dan kerabat dengan mematuhi protokol kesehatan, dan saling membantu saudara-saudara yang mendapat kesulitan.

“Saya berharap dengan acara keagamaan yang bernuansa kebangsaan ini dapat memperkokoh iman umat Katolik, memumpuk rasa nasionalisme,menguatkan modernisasi keagamaan melalui  kecintaan seni budaya Gerejani,” ujarnya.

Kegiatan Bermuatan Moderasi Keagamaan

Sementara itu Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya mengatakan, dirinya merasa bangga dengan penyelenggaraan KVKI ini.

Menurut Menteri Agama, KVKI merupakan kegiatan sosial keagamaan yang bernuansa nasional, banyak mengandung muatan moderasi keagamaan. Ia sangat mengapresiasi tema dari KVKI yaitu “Persaudaraan Insani di tengah Pandemi”.

“Melalui KVKI ini, saya sangat berharap kita semua, khususnya umat Katolik, dapat menghasilkan energi yang melimpah untuk mempererat kerukunan baik di dalam umat Katolik maupun antar umat beragama lainnya,” terang Menteri Agama.

Menteri Agama berharap kehadiran KVKI ini dapat menjaga solidaritas sosial, mendorong humanisme sehingga kegiatan KVKI ini menjadi pelita yang menerangi hati dan pikiran serta menjadikan seluruh umat manusia mampu bersyukur dan keyakinan lebih pada agama untuk membentuk kehidupan umat berbangsa dan negara ke arah yang lebih baik di masa depan.

Kardinal Suharyo: Indonesia punya solidaritas tertinggi.

Nilai Nasionalisme dan Solidaritas

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Kardinal Ignatius Suharyo yang turut memberikan kata sambutan dalam pembukaan KVKI mengungkapkan bahwa nilai-nilai yang ingin diangkat melalui acara ini yaitu, nasionalisme dan solidaritas.

“Nasionalisme sangat erat yang berkaitan dengan acara-acara yang diprakarsai oleh  Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN). Acara kali ini pun akan ditutup pada tanggal 28 Oktober ketika kita memperingati hari Sumpah Pemuda,” tutur Kardinal Suharyo.

Kardinal Suharyo merasa yakin acara KVKI 2021 akan menjadi sarana untuk menanamkan rasa nasionalisme dengan mewarisi jasa para pahlawan dan para perintis Gereja atas rasa cinta tanah air.

Kardinal Suharyo, mengungkapkan tentang rasa solidaritas merupakan nilai yang dapat diangkat melalui acara KVKI 2021. “Kita pantas bersyukur karena salah satu nilai bangsa kita yang paling unggul adalah kesetiakawanan. Ini sangat jelas ditunjukkan oleh penelitian-penelitian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional. Salah satunya menunjukkan bahwa kerelaan memberi, Indonesia diposisikan pada urutan pertama dari 146 negara. Di dalam solidaritas sosial, Indonesia menempati posisi ke-6 dari 167 negara.”

Kardinal Suharyo mengungkapkan rasa syukurnya bersama KWI, atas terlaksananya acara KVKI 2021 dengan penuh kegembiraan, sukacita, dan penuh syukur. Harapannya, segala hal yang dilakukan menjadi berkat bagi Gereja dan negara.(tD/*)