Titus Pekey, Penggagas Noken Papua untuk Unesco: Dokter Aloysius Giyai Orang Berprestasi

118
Titus Pekey

TEMPUSDEI.ID (28 AGUSTUS 2021)

Di mata Titus Pekey, drg. Aloysius Giyai, M. Kes, mantan Kepala Dinas Provinsi Papua yang diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur RSUD Jayapura oleh Guberbur Lukas Enembe adalah sosok yang sarat prestasi membanggakan. Karena itu, dia menilai tindakan Enembe memberhentikannya adalah tindakan keliru. Ia lalu meminta Enembe tidak me-non job-kan Alo.

“Tidak boleh di-non job-kan terlalu lama, melainkan harus diberikan posisi strategis lainnya di pemerintahan provinsi Papua,” tegas Titus.

Titus Pekei yang juga Duta Unesco, menilai,  belum ada alasan yang cukup kuat untuk menggantikan drg. Aloysius Giyai, M.Kes dari jabatannya sebagai Direktur RSUD Jayapura. “Saya mendengar, Aloysius ini kan kader yang disiapkan juga oleh Lukas Enembe. Alo kuliah, Lukas juga memberikan support. Artinya, ikatan emosional ini tiba-tiba putus, hanya karena dipicu oleh para pembisik dengan kepentingannya. Ini tentu tidak baik dan merusak gubernur sendiri. Harusnya Dokter Alo diberi kepercayaan di tempat lain,” kata Pekei.

Aloysius Giyai, lanjut Titus, selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang juga memberi perhatian yang luar biasa terhadap kehidupan masyarakat Papua. Dia juga sangat profesional menjalankan  kebijakan Gubernur Papua di bidang kesehatan, sehingga sangat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat menghadapi PON XX dan situasi penangan pandemi yang belum berakhir ini.

“Dokter Alo adalah pekerja medis Papua yang paham tupoksinya dan terus konsisten  berkarya di tanah ini. Ia  sudah teruji pada bidangnya sebagai tenaga professional, karena itu wajar dalam situasi seperti saat ini publik bertanya tanya bahkan menduga kalau pergantian ini sebagai kesalahan informasi yang diterima Gubernur Papua, ” kata Titus.

Sejak diangkat menjadi Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai sudah mengubah wajah rumah sakit peninggalan Belanda  dengan membangun infrastruktur, melengkapi fasilitas kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan.

drg. Aloysius Giyai, M. Kes (batik merah) saat serah terima jabatan

Apresiasi Dokter Aloysius

Plt. Sekretaris Daerah Papua, Dr. Ridwan Rumasukun dalam sambutannya saat memimpin Sertijab menyampaikan kesannya kepada Aloysius  sebagai publik figur yang dikenal luas oleh masyarakat se-Tanah Papua.

“Semoga dengan pergantian pada hari ini, karir dokter Alo makin meningkat. Tuhan yang paling tahu, apa yang terbaik untuk dokter Alo. Kita semua mengingingkan beliau ada pada posisi yang sekarang, tapi yang kuasa dari mahakuasa menentukan lain,” kata Rumasukun.

Menurut Rumasukun, sejumlah gebrakan kebijakan yang dibuat oleh Aloysius dan para Wadir yang lalu, bisa dilanjutkan oleh direksi yang baru. Alo, lanjutnya, adalah sosok yang berpengalaman di dunia kesehatan Papua. Ia telah bersama teman-teman sejawat, membantu membangun pelayanan di RSUD Jayapura dan seluruh rumah sakit di Papua menjadi lebih baik hari ini.

Direktur RSUD Jayapura dr. Anthon Mote menyampaikan hal serupa. “Di mata kami, kaka dokter Alo adalah adalah tokoh, yang menjadi spirit kami anak-anak muda dari dulu, yang berkarya dari RSUD Abepura, Dinas Kesehatan Papua hingga Direktur RSUD Jayapura. Kami ucapkan terima kasih atas semuanya. Apa yang dipercayakan Gubernur kami siap laksanakan. Apa yang sudah diletakkan dokter Alo kami siap lanjutkan sebagai sebuah misi perubahan di dunia kesehatan, terutama sesuai master plan rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dalam sambutannya mengucap syukur atas apa pun yang terjadi dalam karir yang dijalaninya. Sebab ia percaya, ada rancangan Tuhan yang disiapkan baginya ke depan. Pergantian pejabat AS

N dalam pandangannya adalah hal biasa. Sebab semua kewenangan ada pada Gubernur Papua selaku pimpinan tertinggi.

“Kurang lebih satu tahun tujuh bulan, saya bersama tiga wakil direktur ada di sini ada kesalahan kekhilafan, mohon maaf sebesar-besarnya. Karena setiap orang pasti memandang sesuatu dengan caranya masing-masing sesuai profesi, tingkat pendidikan, budaya, perilaku, kebiasaan bahkan kepentingan masing-masing. Kami sudahkan tadi surat terima tugas dan dokumen DPA induk, DPA draft Perubahan APBD 2021, Rekomendasi akreditasi oleh surveyor, dan master plan rumah sakit RSUD Jayapura. Silahkan  dilanjutkan, tugas kami sudah selesai. Terima kasih kepada gubernur yang telah mempercayakan kami,” katanya. (tD/*)