Gereja-gereja di Austria Serentak Bunyikan Lonceng untuk Kampanye Lawan Kelaparan Dunia

152
Katedral Stephan-Wina Austria

AUSTRIA,TEMPUSDEI.ID (3 AGUSTUS 2021)

Kontributor tempusdei.id di Wina, Austria, Suster Bene Xavier melaporkan, untuk keempat kalinya pada 30 Juli 2021, Gereja-gereja di Austria secara serentak membunyikan lonceng selama 5 menit. Gerakan ini disebut “Glocken gegen Hunger” (Lonceng melawan kelaparan). Hal ini dimaksudkan untuk mengingat semua orang bahwa ada lebih dari 821 juta korban kelaparan di seluruh dunia dan ribuan orang meninggal setiap hari akibat kelaparan.

Korban Kelaparan Terus Meningkat

Caritas, sebuah organisasi non-profit di Austria menjelaskan bahwa belakangan ini jumlah penderita kelaparan telah meningkat. Hal ini terjadi terutama di Afrika, tempat konflik kekerasan dan pemanasan global terjadi serta ditambahkan adanya pandemi korona. “Setiap hari, jutaan orang tua di seluruh dunia berjuang untuk memastikan bahwa anak-anak mereka tidak harus tidur dalam keadaan lapar,” demikian Caritas menuliskan dalam website resmi mereka untuk memohon donasi bagi korban kelaparan.

Di Afrika, 30% anak mengalami kekurangan gizi kronis dan terlalu kecil untuk usia mereka, dengan organ yang kurang berkembang, secara fisik dan mental di bawah tingkat perkembangan normal. Oleh karena itu, bagi Caritas situasi ini adalah “perintah nyata” untuk tidak meninggalkan orang-orang yang belum terjamin makanan sehari-harinya. Sebagai sesama manusia, kita tidak boleh melupakan Afrika dan negara-negara termiskin di dunia.

Konferensi Waligereja Austria, yang diketuai oleh Uskup Agung Salzburg, Franz Lackner, telah memutuskan kampanye “Lonceng Melawan Kelaparan” untuk keempat kalinya tahun ini. Dengan demikian, membunyikan lonceng selama lima menit juga harus menjadi stimulus akustik untuk keterlibatan melawan bencana kelaparan. “Kita hidup di dunia di mana kelaparan masih menjadi kenyataan pahit untuk sebagian besar. Biarlah umat manusia dipersatukan melalui pertolongan Allah dan janji keselamatanNya,” kata Franz Lackner dalam siaran Caritas tentang kampanye tersebut.

Caritas meminta setiap paroki membunyikan loncengnya pada saat bersamaan dan melakukan sosialisasi besar-besaran di media sosial dengan hastag #GlockengegenHunger, bahkan setiap orang juga boleh ikut serta membunyikan bel sepeda atau bahkan lonceng sapi peliharaan untuk berpartisipasi dalam kampanye ini.

Uskup Franz Lackner mengatakan bahwa dengan membunyikan lonceng menunjukkan kita ingin membawa diri keluar dari kehidupan sehari-hari yang sering mengacu pada diri sendiri dan menarik perhatian pada apa yang terjadi di sekitar kita dan di dunia selain dari kesibukan kita sendiri.

Johannes Dines, Direktur Caritas Salzburg, menjelaskan bahwa 1 dari 10 orang di seluruh dunia menganggap kenyang sebagai perasaan yang langka atau bahkan tidak pernah dirasakan. Situasi pandemi, banyaknya pengangguran, inflasi dan harga pangan yang tinggi telah memperburuk masalah kelaparan global secara besar-besaran. “Banyak orang benar-benar kehilangan pendapatan mereka yang sudah rendah dan tidak mampu lagi membeli makanan. Anak-anak dan keluarga sangat terpukul,” kata Dines. Maka Dines berseru, “Mari kita bantu bersama!” (tD)