Terkait Aksi Aparat Injak Kepala di Merauke, Uskup Mandagi “Mengutuk Tindak Kekerasan terhadap Manusia Siapa Pun”

1191
Uskup Agung Merauke, Mgr. PC Mandagi

TEMPUSDEI.ID (28 JULI 2021)

Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi dengan tegas menolak aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI AU terhadap seorang penyandang disabilitas di Merauke. Sebuah video singkat berisi aksi kedua oknum TNI AU yang membekuk seorang pemuda penyandang tunawicara di atas trotoar lalu menginjak kepalanya, beredar luas dan mendapat protes keras dari berbagai pihak. Pihak pimpinan TNI AU sudah mengambil tindakan untuk anggotanya.

Terkait peristiwa tersebut, Uskup Mandagi menyampaikan pernyataan sikap. Dalam pernyataan tertanggal 28 Juli 2021 yang tempusdei.id terima, Uskup yang cenderung berbicara terus terang ini menyampaikan:

Pertama, berterima kasih kepada petinggi militer yang sudah dengan cepat melaksanakan tindakan hukum terhadap dua orang aparat militer Angkatan Udara yang melakukan tindak kekerasan dengan alasan apa pun.

Kedua, mengutuk setiap tindak kekerasan terhadap manusia siapa pun dengan alasan apa pun. Setiap manusia, termasuk orang Papua, baik yang sehat maupun yang sakit adalah manusia yang merupakan gambaran Allah. Oleh karena itu, mereka tidak dapat diperlakukan secara kasar atau di luar kewajaran. Mereka bukan hewan.

Ketiga, yang  melakukan tindak kekerasan terhadap manusia harus ditangkap, diadili dan dihukum seberat-beratnya.

Keempat, khusus terhadap orang Papua yang sudah terlalu lama mengalami sikap dan tindakan kekerasan dari pihak aparat militer dan mereka sungguh sudah terluka, hendaklah aparat militer meminta maaf dan berjanji akan mengubah cara pendekatan  terhadap orang Papua.

Hendaklah aparat militer mengasihi, menghargai dan melindungi orang Papua sebagai warga negara Indonesia seutuhnya. Penegakan hukum tetap harus dilakukan kepada siapa pun yang bersalah atau yang melawan hukum baik itu orang Papua ataupun non Papua. Namun demikian, penegakan hukum itu harus didasari dan sekaligus diwarnai dengan cinta, kelembutan dan bukan dengan dendam ataupun kekerasan sebagaimana yang ditunjukan oleh kedua aparat dari militer Angkatan Udara.

Kelima, mengingat banyak orang Papua yang sudah terluka dengan sikap dan tindak kasar dan keras oleh oknum anggota militer, dimohon agar para anggota militer yang ditempatkan di Papua haruslah mendapat pembinaan khusus dalam hal karakter.

Keenam, meskipun demikian, kami tidak menutup mata atas banyak anggota militer yang baik, yang menunaikan tugas dengan penuh cinta kasih bagi orang Papua secara khsusus kepada mereka kami berterima kasih.

Uskup Mandagi berharap pernyataan tersebut dapat memberi kesejukan bagi semua pihak dan Merauke kembali damai seperti semula. (tD/EDL)