Puisi Penghabisan Romo Sahid Sebelum Berpulang karena Covid-19: “Berpulang, Aku Berpulang”

2038
Romo Yohanes Baptis Sahid, beristirahatlah dalam Damai Abadi.
Romo Sahid dalam sebuah pelayanan kepada umatnya di Bandung (sebelum Covid). (ist)

Ketika mengembuskan napas terakhirnya pada 1 Juli 2021 akibat terpapar Covid-19, Romo Johanes Baptis Sahid mencapai usia 81 tahun. Ia kelahiran Yogyakarta, 13 Mei 1940 dan menjadi anak bungsu dari empat bersaudara.

Hingga akhir hayatnya, alumnus S2 Teologi Sosial Maryknoll New York, USA ini adalah Pastor Rekan di Paroki St. Martinus Bandung. Sambil melayani sebagai Pastor, imam tahbisan 21 Desember 1971 ini adalah dosen di Universitas pendidikan Indonesia (IKIP) Bandung dan Universitas Widyatama (STIEB).

Di sela-sela kesibukannya, Romo Sahid acap kali menulis puisi. Puisi berikut ini ia tulis beberapa waktu sebelum ia berpulang. Romo Sahid mengistilahkan kepulangannya dengan “melewati pintu terbuka”. Dari larik-larik puisinya tergambar dengan jelas keyakinannya bahwa dia berpulang ke rumah Bapa diiring fajar terang. Mari belajar dari kedalaman dan ketegasan iman Romo Sahid pada Allahnya, Allah kita bersama. Requiescat in Pace.

BERPULANG, AKU BERPULANG

Berpulang, aku berpulang
Tenang dan damai, aku berpulang
Tidaklah jauh, lewati pintu terbuka

Tugas telah usai, tiada cemas tersisa
Bunda menanti, ayah pun menunggu
Banyaklah wajah yang kukenal
dari masa lalu

Ketakutan lenyap, kesakitan hilang
Rintangan musnah, perjalanan usai
Bintang fajar terangi jalanku
Mimpi buruk hilang sudah
Bayang-bayang telah berlalu
Terang kini tiba

Di hidup abadilah aku
Tiada jeda, tiada akhir
Hanya ada kehidupan
Tersadar penuh senyuman untuk selamanya
Berpulang, aku berpulang,

Bayang-bayang telah berlalu
Terang kini tiba
Hidup abadi kumulai,
Berpulang, aku berpulang *