Kerja Keras, Disiplin dan Doa, Jalan Menuju Keberhasilan

571
Eleine Magdalena

Oleh Eleine Magdalena, Penulis buku-buku renungan best seller

TEMPUSDEI.ID (24 MEI 2021)

Semakin banyak kita memberi dan melakukan yang baik, semakin dalam pula sukacita dan damai sejahtera yang dapat kita alami karena Tuhan tidak akan pernah kalah murah hati dalam hal kebaikan kepada umat-Nya.

Tidak ada jalan lain menuju kebesaran dan keberhasilan kecuali melalui kerja keras, disiplin dan doa. Sesuatu yang baik jarang muncul secara tiba-tiba. Tiada karya besar dihasilkan melalui jalan pintas.

Injil Matius 7:13-14 menuliskan tentang dua jalan yang ada di hadapan kita: jalan luas menuju kebinasaan dan jalan sempit menuju kehidupan, dan bahwa sedikit orang yang mendapati jalan menuju kehidupan. Sedikit itu bukan soal jumlah orang. Kata “sedikit” di sini mau menunjukkan suatu seruan yang serius dan mendesak agar kita mencari kebenaran dan mendapat hidup kekal. Ini adalah tanggung-jawab pribadi. Banyak orang tidak mau bersusah-susah mencari kebenaran karena mungkin menuntut banyak air mata, kerja keras, dan penyangkalan diri. Memang kebenaran yang digambarkan dengan “pintu yang sesak” dan “jalan yang sempit” itu sepertinya tidak dikenal umum, karena ini merupakan keputusan yang amat pribadi antara kita dengan Tuhan. Hal ini bukanlah perkara kecil.

Banyak di antara kita tahu apa yang baik bagi orang lain namun mungkin sedikit dari kita yang mau mengupayakannya. Banyak yang menganut paham “Yang penting saya tidak merugikan orang lain”. Kebaikan yang pasif seperti itu tidak cukup. Aturan yang melarang kita melukai orang lain, mengambil barang orang lain dan pelbagai larangan, tidaklah cukup. Setiap orang dapat mematuhi larangan tanpa berbuat apa-apa. Yesus meminta kita secara aktif berbuat baik.

Di mana ada kesempatan untuk menolong orang yang susah, lakukanlah! Memberi makan pada yang lapar, memberi bantuan untuk sekolah, mengampuni orang yang melukai kita, dan perbuatan baik lainnya. Ini adalah keputusan kita pribadi. Jalannya memang tidak mudah. Dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, uang, pemikiran, untuk melakukan kebaikan. Pengikut Kristus tidak perlu memikirkan untung ruginya berbuat baik karena hal ini tidak dapat diukur dengan uang. Damai sejahtera dan sukacita karena mengenal Tuhan nilainya melampaui apa yang dunia bisa tawarkan. (Menemukan Tuhan Dalam Hidup Sehari-hari, 2012)