Puisi Pendeta Weinata Sairin tentang Datangnya Bulan Ramadan

53
Selamat berpuasa, semoga berkah

TEMPUSDEI.ID (13 APRIL 2021)

Datanglah, ya Ramadan

MARHABAN, YA RAMADAN

Semilir angin pagi yang sejuk merajuk mekar berpijar binar di tengah persada
seberkas sukacita tiba-tiba lahir menggejolaki nurani

Semilir angin pagi
di awal Ramadan Suci
mengucurkan tetes-tetes harapan memberi perspektif keakanan
yang imani
beraroma surgawi

Hidup kaum beriman
memang mengandalkan
Tuhan
mengacu dan bersandar
pada ayat-ayat Kitab Suci
berbasis pada iman
dan ketakwaan

Diksi-diksi yang nyaris luput
dari ensiklopedi
dunia politik
dan ekonomi

Di tengah ancaman virus yang terus menggerus
bencana alam yang dahsyat
membinasakan kefanaan manusia
di pusaran dinamika dan pertarungan politik
kehadiran Ramadan Suci
mengusung kesejukan
menyentuh kembali hakikat manusia
sebagai khalifatullah

Berpuasa di bulan Ramadan tidaklah sekadar menahan lapar, haus, nafsu,
dan mengendalikan diri
tetapi wahana untuk mencapai
derajat ketakwaan
yang tinggi, penuh dan sempurna.

Marhaban, ya Ramadan
selamat datang bulan Ramadan
bulan yang penuh keberkahan
bulan yang medorong tumbuhnya solidaritas sosial
bulan yang memanusiakan
manusia agar kembali ke fitrahnya yang sejati
sebagai khalifah Allah
sebagai Imago Dei!

Jakarta, 13 April 2021/ 4.12

Weinata Sairin, Pendeta dan Teolog

Facebook Comments

BACA JUGA:  Puisi-puisi Filsiane Mithan tentang Sebuah Nama tanpa Nisan dan “Timur”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here