Puisi Umbu Agus tentang Perempuan dalam Senyap

179
Umbu Agus, penyair muda Sumba
Lika Handja, dalam kesederhanaan melukis tanah menjadi pelangi. (Foto: Umbu Agus)

PEREMPUAN DALAM SENYAP

Dia dalam senyap
Gemar memintal cinta kasih dan sayang
Darinya lahir
manja mata dan sejuk hati

Dia pandai menenun
mimpi asa dan cita
walau kadang merangkai dalam hening
sebab tak cukup ruang baginya
untuk bercengkrama dengan takdir

Dia mahir menganyam rupa
dalam lubuk istana hati
Darinya arif mengalir sepanjang musim
meski membisu adalah kodrat
yang disandang tanpa sanjung

Dia dalam senyap
diam diam menyulam kata
Darinya akar segala bajik
menjalar bijak sepanjang peradaban

Dia lihai menjarit
luka menjadi suka
meski tak tahu banyak ilmu
Lentik jari dianggap guru
sumber segala akal

Dia cakap menyusuri jalan sunyi
Kerikil tajam jadi sahabat
saat merajam dianggap salam

Dia perempuan sumba
yang kusebut ibu
Pandai melukis tanah
menjadi pelangi di langit gemintang

Denpasar, 251019

Umbu Agus, Alumnus Universitas Warmadewa, Denpasar

Facebook Comments

BACA JUGA:  Dalam Sebuah Tarikan Nafas dan Decak Kagum di Kapernaum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here