
SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam menekan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan bakti sosial operasi katarak gratis di Semarang, Jawa Tengah.
Program sosial ini digelar melalui salah satu produk unggulannya, Tolak Angin, dengan menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia cabang Jawa Tengah (Perdami Jateng) serta RS Mata Daerah Soepardjo Roestam.
Sebanyak 50 pasien katarak di wilayah Semarang mendapatkan operasi gratis dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, kepada Direktur RS Mata Daerah Soepardjo Roestam, Wahyu Handoyo.
Acara turtersebut ut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tenaga medis, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, serta jajaran Perdami.
Irwan Hidayat menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan operasi katarak kedua yang dilakukan Sido Muncul sepanjang 2026, setelah sebelumnya menggelar operasi serupa di Bandung dengan total 200 mata yang berhasil ditangani.
Irwan menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan.
Sejak memulai program ini pada 2011, Sido Muncul bersama Perdami telah membantu mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia.
Selain operasi katarak, perusahaan juga aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial (CSR), seperti operasi bibir sumbing gratis dan bantuan bagi anak-anak penderita stunting.
Irwan menekankan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari skala bisnis, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Irwan juga berharap masyarakat tidak lagi merasa takut terhadap operasi katarak, mengingat prosedur tersebut merupakan satu-satunya cara efektif untuk memulihkan penglihatan akibat katarak.
“Kesehatan mata sangat menentukan kualitas hidup seseorang. Harapannya, operasi katarak tidak lagi dianggap menakutkan, sehingga para penderita dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya. (tD)

