Joe Biden Presiden Terpilih AS dan Tragedi-tragedi yang Menyertai Hidupnya

627

Joe Biden sempat ingin bunuh diri, namun ia batalkan karena anak-anak dan kesadaran akan imannya kepada Tuhan

TEMPUSDEI.ID (8/11/20) – Tok! Joe Biden dipastikan memenangi Pilpres AS, menggantikan Trump. Joe meraih 290 suara, sedangkan Trump meraih 214 suara. Bahwa Trump belum menerima hasil yang sudah diumumkan berbagai media di Amerika ini, itu soal lain.

Mari sejenak mengenal Joe Biden. Keterpilihannya menjadi Presiden AS periode ini, bukanlah pencapaian yang datang sekonyong-konyong atau serta-merta. Karier politiknya yang panjang telah menorehkan bekas yang tegas dan jelas di negerinya, walau pasang surut juga selalu mengiringi langkahnya.

Joseph Robinette Biden Jr lahir pada 20 November 1942. Biden dibesarkan di kota Scranton, Pennsylvania, dalam sebuah keluarga Katolik Irlandia.

Hidupnya tidak mudah, penuh jalan mendaki nan licin bahkan diwarnai tragedi demi tragedi.

Pada 1972, Joe Biden menghadapi hal yang tidak terpikirkan. Sang istri Nellia dan putrinya yang berusia satu tahun, Naomi, tewas dalam kecelakaan mobil saat mereka sedang berbelanja Natal.

Dia sendirian membesarkan kedua anaknya yang masih kecil. Keduanya pun terluka di kecelakaan. Sang putra, Beau yang kemudian sebagai Jaksa Agung di Delaware, mengikuti jejak ayahnya ke dalam politik. Namun bintang yang sedang naik daun dari Partai Demokrat itu meninggal karena kanker otak pada 2015 pada usia 46. “Itu tidak pernah hilang,” kata Biden tentang rasa sakit yang ada dalam dirinya sejak kehilangan Beau. Begitu sedih dan kehilangan, dia membatalkan pencalonan dirinya sebagai presiden pada 2016. Atas tragegedi demi tragedy yang menimpanya, dalam sebuah wawancara Joe Biden mengatakan sempat ingin bunuh diri, namun ia batalkan karena anak-anak dan kesadaran akan imannya kepada Tuhan.

BACA JUGA:  Romo L. Sugiri dan Lukisan Punakawan untuk Romo Sindhunata SJ

Ayah Joe Biden seorang penjual mobil. Namun saat kota itu mengalami masa-masa sulit pada 1950-an, sang ayah bangkrut.

Sang ayah lalu membawa keluarganya pindah ke Delaware ketika Joe Biden berusia 10 tahun. Joe Biden sampai saat ini selalu teringat kata-kata ayahnya yang mengatakan “Ketika champ kamu dirobohkan, kamu harus bangkit kembali”. Kata-kata ini sangat menginspirasinya menjadi petarung dengan elan vital pantang menyerah.

Pilihan ayahnya untuk pindah ke Delaware tepat! Biden menjadikan Delaware candradimuka politiknya.  Sebagai seorang pemuda di Delaware, Biden bertugas sebagai penjaga pantai di lingkungan mayoritas kulit hitam. Sebuah pengalaman yang katanya mempertajam kesadarannya tentang ketidaksetaraan sistemik dan memperkuat kepentingan politiknya.

Istri Kedua dan Panggung Politik Biden

Jo Biden dan istri

Biden bertemu istri keduanya, Jill Jacobs, pada 1975 dan mereka menikah dua tahun kemudian. Dia menjadi ibu dari Hunter dan Beau. Jill dan Biden memiliki seorang putri, Ashley, yang lahir pada tahun 1981.

Saat membesarkan anak-anaknya, Jill Biden juga memperoleh dua gelar Master. Dia telah menjadi doktor pendidikan dan mengajar di Northern Virginia Community College.

Jo Biden in action

Biden mendarat di jagad politik nasional pada usia 29 tahun. Pada tahun 1972 dia meraih kemenangan mengejutkan Senat AS di Delaware.

Dia tercatat sebagai salah satu senator termuda dan menghabiskan lebih dari tiga dekade di majelis tinggi sebelum menjalani delapan tahun sebagai wakil Obama.

Keterampilan politik ritel Biden tidak ada bandingannya. Dia dapat menunjukkan senyum  menawan atau yang acap disebut “senyum jutaan watt” pada mahasiswa, bersimpati dengan ahli mesin sabuk karat yang menganggur, atau memberikan teguran yang berapi-api kepada saingan, namun penuh simpatik.

Pada 1987, Biden mengikuti kontestasi pertama kalinya untuk Gedung Putih. Saat itu, Biden didukung oleh citranya sebagai pria gagah berusia 40-an dan mulai menjadi favorit di antara banyak orang di partainya.

BACA JUGA:  Pengacara Ini Hendak Membawa Anak-anaknya Masuk Surga

Tapi dia jatuh dengan gaya yang memalukan setelah membuat serangkaian pernyataan yang berlebihan tentang masa lalunya. Dia hanya mengumpulkan kurang dari satu persen suara di kaukus Iowa.

Hari ini kesuksesan itu telah datang dengan kian meyakinkan. Selamat, Mister President! (tD/EDL diolah dari berbagai sumber)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here