Memahami Rancangan dan Jalan Cinta Tuhan

234
Pater Remmy Sila, CSsR

Oleh Pater Remmy Sila, CSsR, Superior Misi Samoa Kongregasi Redemptoris Provinsi Oceania

Rancangan indah Tuhan

Para Pembaca TEMPUSDEI.ID yang terkasih, dalam praktik hidup beriman, kita seringkali sulit untuk memahami  rancangan, jalan pikiran dan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Misalnya, ada orang yang menurut “penilaian” kita baik dan suka membantu orang, begitu cepat dipanggil menghadap Tuhan atau hidupnya penuh cobaan dan penderitaan. Sementara ada orang lain yang di mata kita jahat dan banyak merugikan orang lain, namun umur panjang dan hidupnya aman-aman saja bahkan sejahtera. Menurut jalan pikiran kita seharusnya  orang baik itu hidupnya sejathtera dan berumur panjang, sementara orang jahat harus hidup sengsara dan bila perlu cepat mati. Dan kalau itu tidak terjadi, kita menganggap Tuhan tidak adil.

Atas cara berpikir demikian, melalui Nabi Yesaya, Tuhan memberikan jawaban. Kata Tuhan, “RancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu.” (Yes 55: 8). Dengan ini Tuhan ingin menegaskan kepada kita bahwa Tuhan itu baik kepada semua orang termasuk orang jahat sekalipun. Pintu maaf dan ampun selalu terbuka bagi mereka yang mau kembali kepadaNya. “Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengasihinya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” (Yes 55: 7).

Dalam Injil Matius 20: 1-16,  kita juga membaca tentang cara berpikir Allah  yang sangat berbeda dari cara berpikir kita. Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur seorang pemilik kebun anggur. Tujuannya  untuk menggambarkan bagaimana Kerajaan Surga itu. Pada awal  cerita tidak ada yang aneh di sana. Bahkan sekilas ada kesan bahwa pemilik kebun anggur membayar para pekerja tidak lebih dari yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Tetapi  ketika dia menyadari bahwa bahwa pekerjaan itu tidak akan selesai tanpa lebih banyak pekerja, maka dia  mencari lagi lebih banyak pekerja. Juga bukan sesuatu yang aneh untuk mempekerjakan orang tanpa menyepakati besarnya upah lebih dulu. Yang penting bahwa di akhir pekerjaan, dia harus membayar berdasarkan upah mininum daerah setempat. Dan itulah yang menimbulkan persoalan pada akhir pekerjaan. Secara aneh dan  mengejutkan, ia justru membayar semua pekerja  dengan upah yang sama, yaitu satu dinar, upah normal untuk pekerjaan sehari penuh.

BACA JUGA:  Mengakui Kehadiran dan Karya Tuhan dalam Hidup Kita

Maka sudah sewajarnya mereka yang bekerja sepanjang hari kecewa dan protes karena mereka tidak mendapatkan upah lebih daripada mereka yang bekerja hanya satu jam terakhir.

Saya bayangkan bahwa seandainya waktu itu sudah ada Serikat Petani Anggur (SPA),  mungkin juga akan ikut melayangkan protes kepada si pemilik kebun anggur karena ia telah mengacaukan standar upah minimum regional.

Perlu diingat bahwa perumpamaan ini disampaikan oleh Yesus segera setelah  kisah tentang  seorang pemuda kaya yang datang kepada Yesus dan bertanya kepadaNya apa yang harus dilakukan untuk memperoleh hidup yang kekal dan juga jawaban  Yesus atas pertanyaan Petrus tentang upah bagi mereka yang telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikutiNya.

Untuk memastikan bahwa janji Yesus tentang upah di surga kepada pemuda kaya itu, berlaku juga untuk mereka, maka Petrus dengan sedikit bangga, atas nama teman-temannya bertanya kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah  yang akan kami peroleh?” (Mat 19: 27). Yesus menjawab mereka demikian: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di tahta kemuliaanNya, kamu, yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas  tahta untuk menghakimi kedua suku Israel. Dan setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal .” (Mat 19: 28-29).

Jawaban  Yesus ini  memastikan kepada para muridNya bahwa  pengorbanan mereka demi mengikuti Dia dan demi Kerajaan Allah sudah diperhitungkan oleh Allah dan  sudah tersedia upahnya di surga.

BACA JUGA:  UNDANGAN TUHAN

Tetapi segera setelah itu, Yesus langsung  memeringatkan agar tidak berpuas diri karena telah menjadi pengikut Yesus dan mulai tergoda untuk membatasi cinta Tuhan menurut cara berpikir dan perhitungan manusia. Yesus ingin menegaskan bahwa Tuhan selalu mengundang setiap orang tanpa batasan untuk mengalami kebaikan dan rahmat belaskasihanNya. Jalan pulang kepada Allah selalu terbuka untuk setiap orang termasuk seorang penjahat kelas kakap sekalipun. Tangan dan hati Tuhan selalu siap menerima semua orang yang mau datang kepadaNya dengan semangat pertobatan dan pembaruan diri sebagaimana diwartakan oleh nabi Yesaya dalam bacaan di atas. Oleh karena itu,  kita tidak boleh membatasi jalan pikiran dan jalan cinta Tuhan yang memang sangat berbeda dengan jalan pikiran dan jalan cinta kita sebagai manusia.  Tuhan ingin selalu membagikan kebaikan-Nya dan karena itu terus-menerus mengundang semua orang, sehingga Dia bisa membagikan kasihNya yang berlimpah kepada semua orang yang mau datang kepadaNya.

Semoga dengan bantuan terang Roh Kudus kita semakin memahami setiap rancangan dan jalan  cinta Tuhan yang luar biasa ini dalam hidup kita. Tuhan memberkati.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here