Yos Uran, Pria Larantuka – Flores Ciptakan 425 Lagu

2474
Yos Uran pandai bermain banyak alat musik.
Yos Uran tampil bersama anak-anaknya.

Untuk urusan musik, energi Yos Uran, pria gila musik dari Larantuka, Flores Timur tidak pernah habis. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa musik telah menjadi energi penggerak bagi ayah empat anak ini, terutama saat ia bermain bersama anak-anaknya. “Seletih apa pun, kalau sudah dengar bunyi alat musik, apalagi yang dimainkan oleh anak-anak saya, letih langsung berubah jadi semangat,” ujar pria yang sejak kecil sudah sangat akrab dengan berbagai alat musik ini. Dia mengaku selalu terpukau setiap kali melihat orang  bermain alat musik dengan baik. Dalam keterpukaannya, ia acap bergumam, “Saya pun akan bisa nanti”.

Bagaimana ia merealisasikan keinginannya tersebut? Salah satunya dengan belajar secara autodidak. Salah satu tempat ia belajar adalah gereja. Tentu saja dia tidak langsung menyentuh alat-alat musik yang ada di gereja, tapi cukup melihat-lihat bagaimana orang lain bermain. Dan melalui kehadirannya dalam berbagai kegiatan gereja feeling-nya terlatih dalam bermusik. “Di setiap acara gereja, kan pasti selalu ada musik. Entakan atau alunan musik itu mungkin meresap diam-diam dalam diri saya dan lama-lama membuat saya semakin mencintai dan belajar musik,” kata Yos.

Vino, putra Yos,  makin terampil bermain saxophone

Ketika di bangku SMP, Yos mulai memberanikan diri untuk coba-coba menciptakan lagu. Ternyata lagu-lagu yang dia buat disukai teman-temannya. Yos lalu dipandang berbeda oleh teman-temannya sebagai anak berbakat dalam bidang seni, dan ini membanggakan hati Yos. Dan dengan anggapan dari teman-temannya tersebut, Yos semakin terdorong untuk belajar.

Ketika di bangku SMA, pada  23 Desember 1992, Yos benar- benar menunjukkan dirinya sebagai anak berbakat.  Dalam Lomba Cipta Lagu Pariwisata Nasional yang diselenggarakan oleh DEPPARPOSTEL, melalui lagu berjudul Flobamora Manis, Yos meraih predikat Juara II. Selain itu, silih berganti ia mengukir sejumlah prestasi.

Beberapa prestasi yang pernah ia ukir antara lain, pada 17 Oktober 2003  ia masuk nominasi 10 Komponis Gereja Katolik tebaik dalam Lomba Cipta Liturgi atau LCL bertema Maria yang diadakan oleh Komisi Liturgi KWI.  Tanggal 30 Nopember 2006 ia kembali terpilih menjadi salah satu dari 5 Komponis Terbaik  dalam LCL Nama Tempat di Indonesia.

Hingga kini, sambil menjalani hidup keseharian guru Seni Budaya SMA Swasta PGRI Larantuka ini tidak berhenti menciptakan lagu. Sampai saat ini Yos telah menciptakan 425 lagu dengan berbagai tema seperti nyanyian liturgi termasuk Mazmur,  nyanyian pop daerah NTT, lagu pop Indonesia, mars dan lain-lain.

Yang menarik, bakat seninya ia turunkan kepada anak-anaknya yang sampai saat ini juga pandai bernyanyi dan bermain berbagai alat musik. Bersama anak-anaknya, dalam Divino Accoustic Music, Yos sering pentas dari panggung ke panggung di Flores atau NTT dalam berbagai acara. Selain itu, Yos dan anak-anaknya antara lain tampil dalam berbagai pementasan Pesparani Tingkat Kabupaten, Propinsi NTT, dan menjadi pengiring Musik Liturgi, Musik Inkulturasi dan lain-lain.

Kepada anak-anaknya ia selalu katakana bahwa talenta yang mereka miliki berasal dari Tuhan, maka harus dikembangkan dan dibagikan kepada sesama. Ia juga memotivasi anak-anaknya untuk memiliki kepercayaan diri. “Jangan ragu-ragu. Percaya diri. Berikan yang terindah dan terbaik, sebab dunia tempat kita berpijak ini membutuhkan keindahan agar tidak kehilangan harapan,” kata Yos.

Melalui musik, Yos juga menyampaikan berbagai pesan kepada masyarakat, termasuk di saat pandemic ini. Ia mengajak masyarakat untuk terus berpengharapan dan patuh pada protokol kesehatan dari Pemerintah. Simak ini: https://youtu.be/KIsOK-TmUlc(tD/EDL)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here