Serpihan Hati Lelaki Penakluk; Kepada Bapak Jokowi

180

Puisi Agust Dapa Loka, Penyair dari Pulau Sumba, Indonesia Selatan

Di sudut yang tak pernah terjamah
kupilih serpihan hatimu yang sengaja kau biarkan tergeletak

Aku memang terkejut
tak biasanya ada orang tlah sepertimu
mengajak hatiku merapat pada hatimu

Di sudut-sudut kampung berlumpur negeri ini
sesamaku kaum jelata juga menggenggam potongan hatimu
Mereka terperangah
tak lumrah ada orang tlah melakukannya
untuk mengajari mereka apa arti berbagi hati

Ternyata potongan-potongan hatimu telah menjerat hati kami
yang terlanjur liar merasa asing dan diasingkan oleh kebekuan
bertahun-tahun lamanya
Kini kami tidak lagi gundah lalu bersengketa dengan kabut
kesasar dalam igauan liar lalu sembarang mengoyak bayang-bayang

Letih karena kerja

Kami kini,
bagai gadis jelita dan manja
terjaring dalam jaringmu
berhenti bersujud pada nasib berkabut
yang nyaris mencampakkan kami jadi warga asing

Kami kini,
adalah pemburu berselempang semangat
terbakar oleh sorot matamu
terbasuh oleh peluh menetes dari wajahmu,
berarak bersama menempuh jarak berkelok
yang menantang…
tapi yang kan segera kita taklukkan.

 

Agust Dapa Loka adalah penyair dari Pulau Sumba. Novelnya: Perempuan itu Bermata Saga (Gramedia Group). Antologi Puisinya: Gemerisik Ilalang Padang Sabana (Altheras). Sedang menyiapkan antologi puisi yang kedua.