
Roh Kudus, kobarkan kembali sukacita Injil dalam hati para imam. Anugerahkan kepada mereka persahabatan yang sehat, jejaring persaudaraan yang menguatkan, keceriaan di tengah keterbatasan, serta rahmat untuk senantiasa menemukan kembali keindahan panggilan mereka.
Di tengah pekan tersuci umat Kristiani, intensi doa Paus Leo XIV untuk bulan April menggugah hati. Menjelang Kamis Putih—saat Gereja mengenangkan penetapan Ekaristi dan imamat—Bapa Suci mengajak seluruh umat untuk mendoakan para imam yang tengah dilanda krisis.
Intensi ini mengingatkan pentingnya merawat para imam: mendengarkan mereka dengan empati, menyertai mereka dengan kasih, dan hadir sebagai saudara yang menopang.
Melalui kampanye “Berdoa Bersama Paus” dari Jaringan Doa Sedunia Paus, umat beriman diajak berhenti sejenak dalam doa—menyadari bahwa di balik setiap pelayan Gereja, ada pribadi yang membutuhkan kedekatan, perhatian, dan telinga yang mau mendengar.
Dalam doanya, Paus menyuarakan permohonan yang menyentuh bagi para imam yang menghadapi masa sulit: ketika kesepian terasa menekan, keraguan mengaburkan hati, dan keletihan tampak mengalahkan harapan.
Ia menegaskan bahwa para imam bukan sekadar pelaksana tugas atau pahlawan yang berjalan sendiri, melainkan anak-anak terkasih, murid yang rendah hati, dan gembala yang hidup dari doa umat.
Lebih jauh, Paus menekankan dimensi komunal dalam pelayanan imamat. Umat diajak untuk hadir tanpa menghakimi, bersyukur tanpa menuntut kesempurnaan, serta setia mendampingi dengan doa dan kedekatan. Merawat para imam bukan tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab seluruh Umat Allah.
Direktur internasional Jaringan Doa Sedunia Paus, Cristóbal Fones, menegaskan bahwa intensi ini sangat berarti. Ia mengingatkan bahwa mereka yang menguatkan orang lain pun membutuhkan penguatan—melalui persahabatan sejati, pendampingan manusiawi, dan terutama doa. Para imam perlu tahu: mereka tidak sendirian.
Doa
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan Yesus,
Gembala yang Baik dan sahabat dalam perjalanan,
kami serahkan semua imam ke dalam tangan-Mu,
terutama mereka yang sedang mengalami krisis:
saat kesepian terasa berat,
saat keraguan menyelimuti hati,
dan saat kelelahan tampak lebih kuat daripada harapan.
Engkau yang mengenal pergumulan dan luka mereka,
perbaruilah dalam diri mereka kepastian akan kasih-Mu yang tak bersyarat.
Biarlah mereka menyadari bahwa mereka bukan sekadar pelayan tugas,
melainkan putra-putra terkasih, murid yang rendah hati,
dan gembala yang diteguhkan oleh doa umat.
Bapa yang Mahabaik,
ajarilah kami sebagai komunitas
untuk peduli kepada para imam kami:
mendengarkan tanpa menghakimi,
bersyukur tanpa menuntut kesempurnaan,
berbagi dalam misi baptisan
untuk mewartakan Kerajaan Allah dalam kata dan karya,
serta mendampingi mereka dengan kedekatan dan doa yang tulus.
Semoga kami setia menguatkan mereka yang kerap menguatkan kami.
Roh Kudus,
nyalakan kembali sukacita Injil dalam diri para imam kami.
Anugerahkan kepada mereka persahabatan yang sehat,
jejaring persaudaraan yang menguatkan,
keceriaan di tengah ketidaksempurnaan,
dan rahmat untuk senantiasa menemukan kembali keindahan panggilan mereka.
Semoga mereka tak pernah kehilangan kepercayaan kepada-Mu,
dan tetap bersukacita melayani Gereja-Mu
dengan hati yang rendah dan murah hati.
Amin.
(Aleteia)

