8 Cara Membantu Anak Kecil Hadapi  Kenyataan Kehilangan Orang yang Dikasihinya

Berikut cara membimbing balita atau anak prasekolah Anda melewati kehilangan orang yang dicintai.

Tidak mudah memberitahukan kematian orang yang dicintai kepada anak-anak.

Jika Anda harus berbicara dengan balita atau anak kecil tentang kematian orang yang Anda cintai, berikut beberapa poin penting yang dapat membantu Anda:

Kesederhanaan adalah kuncinya

Bersikaplah sangat jelas dan lugas dalam cara Anda memberi tahu anak Anda. Mereka perlu mendengar kalimat sederhana yang masuk akal bagi mereka. Oleh karena itu, Anda dapat mengatakan sesuatu seperti: “Saya punya kabar duka. Kakek meninggal kemarin.”

Setelah Anda menyampaikan kabar tersebut, berikan waktu pada anak Anda untuk menyerap apa yang Anda sampaikan.

Berikan penjelasan yang meyakinkan

Mendengar orang yang dicintai telah meninggal bisa mencemaskan anak-anak. Jika orang yang mereka cintai tiba-tiba tidak lagi bersama mereka, mereka mungkin berpikir bahwa mereka juga bisa mati mendadak. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan penjelasan sederhana, seperti: “Jantung Kakek sakit dan berhenti bekerja.” Dan kemudian menindaklanjutinya dengan memastikan bahwa hal ini tidak akan terjadi pada mereka.

Luangkan waktu untuk mendengarkan

Penting untuk diingat bahwa respons anak-anak terhadap kematian sangat berbeda. Meskipun balita mungkin tidak banyak bicara, anak yang sedikit lebih besar mungkin menangis, yang lain mungkin lari bermain dan tidak menyampaikan berita untuk sementara waktu, dan ada juga kemungkinan Anda dibombardir dengan pertanyaan.

Cobalah untuk menjawabnya dengan jujur, jelas, tetapi pada saat yang sama yakinkan mereka dengan banyak pelukan.

Hal terpenting adalah mendengarkan anak Anda. Beri mereka kenyamanan dan cinta.

Mendorong perasaan

Mengekspresikan emosi kita selalu bermanfaat, terutama bagi anak-anak. Anda dapat membantu anak Anda dengan mengatakan sesuatu seperti: “Saya mengerti jika Anda merasa sedih. Saya merasa sangat sedih, kami sangat mencintai kakek, dan dia mencintai kami.”

Namun, bersiaplah bahwa beberapa anak mungkin tidak memberikan respons seperti yang Anda harapkan. Bersikaplah terbuka untuk mendengarkan mereka pada semua tahap proses berduka dan seterusnya.

Jelaskan perubahan praktis

Kematian dalam keluarga dapat berdampak signifikan pada rutinitas sehari-hari. Jadi, pastikan untuk menjelaskan kepada anak Anda segala kemungkinan perubahan sebelumnya. Misalnya, jika Anda harus tinggal dan menjaga kerabat, pastikan anak Anda mengetahui perubahan tersebut sehingga mereka benar-benar siap dan tidak merasa cemas.

Jelaskan pengaturan yang akan datang

Pemakaman tidak hanya bermuatan emosi, namun juga melibatkan beberapa ritual tidak biasa yang mungkin menjadi sumber kebingungan atau kesusahan bagi anak muda.

Oleh karena itu, sangat berguna untuk menjelaskan secara singkat dan jelas apa yang akan terjadi selama ini. Penting bagi mereka untuk mengetahui bahwa orang-orang mungkin menangis, doa akan dipanjatkan, dan orang-orang dapat banyak membicarakan tentang kakek mereka.

Tawarkan peran kepada anak Anda

Anak-anak senang merasa menjadi bagian dari sesuatu, jadi jika Anda memberi mereka peran selama upacara pemakaman, hal ini dapat membantu mereka mengatasinya.

Bagi anak-anak yang lebih kecil, tindakan ini bisa saja sesederhana memegang bunga, namun gerakan ini akan membuat mereka sibuk dan fokus.

Bersandarlah pada iman Anda

Salah satu dari sekian banyak keindahan iman Katolik adalah kepercayaan akan kehidupan kekal. Oleh karena itu, Anda dapat menjelaskan kepada anak Anda bahwa kakek berada di tempat yang sangat bahagia di surga bersama Tuhan dan bahwa mereka dapat berdoa sedikit kepadanya setiap hari dan dia akan mendengarkannya. Tentu saja hal ini bisa sangat menenangkan bagi anak-anak, dan bahkan orang dewasa juga! (Alet)