Orang Sumba di Jabodetabek dan Bandung Gelar Natal Bersama Dua Hari Berturut-turut

285
Agustinus Tamo Ama lantunkan lirik-lirik adat dalam "saiso". (EDL)

 

Setelah sukses menggelar “Pesta Natal dalam Adat Sumba” pada hari pertama (14/1/23), Insan Keluarga Besar Sumba (IKBS)  menggelar Ibadah Natal bersama secara ekumenis pada 15/1/22 di Sport Hall Bunda Hati Kudus (BHK), Kota Wisata, Cibubur.

Hari pertama berisi pagelaran budaya, dilaksanakan di lapangan sepak bola BHK, Kota Wisata Cibubur.

Pada acara ini beberapa rombongan datang membawa kerbau dan babi. Rombongan memasuki pelataran sambil bernyanyi, menari dan membunyikan tambur dan gong.

Kerbau persembahan DPP IKBS

Yang membawa kerbau adalah DPP IKBS, DPW Banten dan Ikatan Keluarga Asal Sumba Barat Daya (Ikalsabda).

Sedangkan yang membawa babi adalah rombongan Kolonel Gerardus Maliti, Persatuan Waijewa Tangerang Raya dan DPC IKBS Tangerang Selatan.

Pelaksanaan Natal Bersama IKBS tahun ini dikoordinasi DPC Bogor yang dipimpin oleh Fredy Datom. Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Natal Bersama adalah Agustinus Bali Ate.

Rombongan Ikalsabda membawa satu ekor kerbau.

Ketika memberikan renungan, Pdt. Elia Umbu Sasa mengajak hadirin untuk memberi makna yang benar dan kontekstual pada tema “Maka Kembalilah Mereka ke Negeri Mereka Melalui Jalan Lain”.

Elia mengatakan, “Kita sudah jauh-jauh datang dari Sumba, maka kita harus bersungguh-sungguh berbuat, bekerja atau mengolah hidup, agar kita nanti saat pulang, kita membawa cara hidup yang baru, pola pikir yang baru juga untuk membangun kehidupan.”

Para pengurus IKBS

Sementara itu Hermanus Malo Dona mengingatkan “semangat” IKBS untuk menjadi lokomotif peradaban. Hermanus lalu menunjuk saling menghargai sebagai salah satu contoh.

“Dalam semangat saling menghargai itu kita bisa melakukan hal-hal yang berfaedah dan saling membangun. Karena itu saya mengajak untuk saling mendukung, kita saling menghargai sebagai saudara, seperjuangan,” kata Hermanus.

Salam Damai Natal dan Bahagia Tahun Baru. Para senior IKBS.

Hermanus juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah membuat setiap orang yang hadir dalam dua hari perayaan seakan-akan sedang berada di kampung mereka di Sumba.

“Kita tidak boleh lupa budaya kita, kampung halaman kita karena itulah yang menghidupi dan membesarkan kita. Terima kasih untuk panitia dari DPC Bogor yang sangat bekerja keras,” kata Herman.

Panitia yang telah bekerja keras.

Acara hari kedua dimeriahkan dengan banyak tarian Sumba yang dipersembahkan oleh orang-orang Sumba sendiri dari berbagai kelompok umur.

Sebelum ibadah, Agustinus Tamo Ama dan teman-teman mempersembahkan Saiso yang berisi kisah kelahiran Yesus dan pelayanan-Nya di dunia.

Melalui Saiso pada hari itu, Agustinus dalam lirik-lirik “bahasa adat” juga mengajak setiap orang Sumba untuk mengingat jalan perjuangan hidup masing-masing sampai ke Jakarta, dan bagaimana mereka berjuang di tanah rantau.

Semua gembira dalam tari dan lagu.

“Kita tetap memohon we’e maringngi loko, we’e magabbo mara dari Maromba Yesu patundada talla, papaluda bedu (kita tetap mohon berkat dari Tuhan Yesus yang kelahiran-Nya kita rayakan dengan gong dan tambur),” kata Agustinus.

Dengan itu, Agus mengingatkan setiap orang Sumba untuk tetap membangun persaudaraan.

Natal Bersama adalah kesempatan bertemu teman-teman sekampung. (EDL)

“Sebab di rantauan ini, kami semua adalah saudara. Harus saling mendukung, tidak mudah tersulut amarah dan saling membantu,” kata Agus kepada tempusdei.id.

Dalam lirik-liriknya, Agus secara khusus memohon berkat bagi para calon pemimpin Sumba, khususnya untuk para kader IKBS yang akan ikut berkontestasi pada Pemilu 2024 baik sebagai calon Bupati maupun calon anggota legislatif di semua tingkatan. (tD/EDL)