Romo Mudji Syukuri Jalan Imamat dalam Pameran Lukisan

285
Romo Mudji Sutrisno SJ

Untuk memperingati sekaligus merayakan ulang tahun ke-40 tahbisan imamatnya, Romo Mudji Sutrisno SJ menggelar pameran lukisan pada 1-9 Desember 2022 di Balai Budaya, Jl. Gereja Theresia No 47, Jakarta Pusat.

Pameran berjudul Meniti Jalan Imamat ini dibuka pukul 10.00 WIB.

Romo Mudji yang lahir pada 12 Agustus 1954 ini menerima tahbisan imam pada 30 Desember 1982.

Pameran ini akan menghadirkan puluhan lukisan atau sketsa hitam putih dan berwarna karya Romo Mudji sendiri.

Romo Mudji dan sebagian lukisan yang dipamerkan.

Pameran ini seperti kata Romo Mudji merupakan bentuk syukurnya atas titian jalan imamat yang telah ia lalui selama 40 tahun. “Saya bersyukur atas panggilan sekaligus talenta yang diberikan kepada saya. Cara syukur antara lain melalui pameran ini,” katanya.

Seperti Romo Mudji katakan kepada tempusdei.id, dalam lukisan-lukisan tersebut terrekam refleksinya atas hidup menggereja, hidup sehari-hari, pendidikan keluarga, hidup berbangsa dalam bingkai toleransi.

Ada juga lukisan layanan sosial seperti ajakan untuk menaati Prokes dalam masa Covid-19.

Mengapa menuangkan refleksi melalui lukisan? Menjawab pertanyaan ini, imam asal Surakarta ini mengatakan, “Ketika yang hendak saya sampaikan melalui esei, belum semua tercurah, saya sampaikan melalui puisi. Setelah puisi, saya sampaikan melalui lukisan.”

Terasa kata Romo Mudji, lukisan menyentuh semua sisi baik sisi estetis, estetika dan lain-lain. “Lukisan paling lengkap mengungkapkan semuanya karena di situ ada warna, hitam putih kehidupan, abu-abu dan sebagainya,” kata budayawan yang baru merilis buku Meniti Jejak-jejak Estetika Nusantara itu. (tD/EDL)