INDAH RENCANAMU TUHAN, In Memoriam, Suster Maria Geovanita, PRR

1856
Beristirahatlah dalam Damai Abadi, Suster Geovanita. (ist)

Simply da Flores, Harmony Institute

Air mata mengalirkan duka
Isak tangis meratapi kehilangan
Pikiran dan perasaan terkoyak
ketika kepulanganmu dengan tragis
dalam kecelakaan sepeda motor
Saat menjalankan tugas pelayanan
untuk ibadah bersama umat
dan hendak mengambil sakramen
Tubuh Darah Yesus Kristus
Justru engkau alami kecelakaan,
Sr. Maria Geovanita, PRR.

Yang engkau sedang lakukan
adalah menjalankan tugas pelayanan
memimpin ibadah untuk umat,
melayani sakramen bagi jemaat
anggota tubuh Yesus Kristus
Engkau sebagai pelayan altar
membawa Sang Juru Selamat
kepada jiwa raga umat
dan membawa kehidupan jemaat
kepada Sang Juru Selamat
merayakan perjamuan keselamatan
sumber kekuatan jiwa raga
selama berziarah di dunia
di mana seluruh jiwa ragamu
engkau persembahkan bagi-Nya
sebagai abdi dan pelayan
kehidupan membiara Suster PRR

Demi menjadi pelayan Kristus
orang tua, sanak saudara
engkau rela tinggalkan semua
Kesempatan dan aneka keperluan pribadi
engkau persembahkan demi imanmu
menjawabi panggilan Ilahi
bekerja di ladang Tuhan
mewartakan Sabda Hidup Kristus
bagi kehausan kasih manusia
bagi kelaparan cinta insani
di tengah gelora zaman milenial

Masa muda dan seluruh hidup
sedang engkau abdi persembahkan
berjuang menjadi berkat
Namun saat itulah selesai semuanya
dengan duka secara tragedi

Sr. Maria Geovanita, PRR,
engkau pun tidak berencana
engkau pun tidak menyangka
harus kembali seperti itu
harus meninggal secepat itu
apalagi para keluarga tercinta
Komunitas biara Suster PRR
dan umat yang dilayani
dalam tugas selama ini
teristimewa
umat yang menanti beribadah
jemaat yang sedang menunggu
berdoa dan dilayanimu
dengan ibadah dan Sakramen Mahakudus
yang hendak engkau ambil
dan akhirnya mendapat musibah maut
kematian tidak diduga
dengan cara yang tragis
lalu semuanya selesai

Menyakitkan dan menyedihkan,
penuh tanya duka lara
bagi semua yang hidup
karena masih membutuhkan pelayananmu
masih ingin hidup bersamamu
dan mendambakan kepulangan
setelah purna tugas pelayanan
dan banyak berkarya kasih
membagi pelayanan cinta Allah
Namun nyatanya pikiran kita manusia
bukanlah pikiran Tuhan Allah
Rencana kita manusia
bukanlah rencana Allah
Allah yang memberikan hidup
Allah juga yang mengambilnya
sesuai rencana-Nya Maha Indah
Terpujilah Allah selamanya

Semoga beristirahat dalam damai,
berbahagia dalam kasih-Nya
Dia yang memanggilmu
Dia yang memilih mengutusmu,
Sr. Maria Giovanita, PRR.
Requiescat in Pacem

BACA KISAHNYA: https://www.tempusdei.id/2022/06/8675/suster-maria-geovanita-prr-meninggal-akibat-kecelakaan-dalam-perjalanan-melayani-umat.php