Refleksi Akhir Tahun PP Ikatan Sarjana Katolik Indonesia: Partisipasi Masyarakat Menerbitkan Optimisme tanpa Sekat

78
Ketua Presidium ISKA Hargo Mandirahardjo.

TEMPUSDEI.ID (31/12/21)-Presidium Pusat  Ikatan Sarjana  Katolik Indonesia  (PP ISKA)  mengapresiasi langkah-langkah  pemerintah  yang  cepat, tepat, sistematis, strategis   dalam mengatasi badai Pandemi Covid-19 yang  berkepanjangan. Namun, semua upaya  pemerintah tak akan pernah cukup,  tanpa dukungan dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat   serta partisipasi penuh  anak bangsa.

Hal tersebut dikatakan Presidium ISKA dalam refleksi akhir tahun yang tempusdei.id terima pada 31/12.

Partisipasi  itu tulis ISKA dalam refleksi tersebut, terlihat dengan nyata dan terang, dan menerbitkan optimisme atas  solidaritas tanpa sekat  melalui berbagai  karya kemanusiaan dalam melayani  yang  kecil, papa, putus asa,  kehilangan harapan di tengah pageblug.   “Kekuatan gerakan kemanusiaan  ini mampu mengatasi  badai  pandemi  yang menggerus harapan hidup kita hingga ke titik nadir. Dalam situasi kegentingan kesehatan, masyarakat dari berbagai lapisan  menunjukkan identitas kekuatan bangsa Indonesia, yaitu solidaritas dan gotong royong,” ujar Hargo Mandirahardjo, Ketua Presidium Pusat ISKA.

“Kami terus  menyerukan kepada segenap anggota ISKA yang tersebar di 34 DPD dan 125 cabang organisasi di kota/kabupaten seluruh Indonesia, untuk berpartipasi  secara penuh dan  optimal dalam kerja gotong-royong untuk  karya-karya kemanusian dalam membantu seluruh lapisan masyarakat  yang terpapar pandemi  COVID-19 serta bencana-bencana  alam lainnya,” tambah Hargo.

Hargo mengingatkan bahwa pandemi  belum berakhir. “Maka mematuhi protokol kesehatan  harus dilakukan  secara disiplin  tanpa tawar menawar. Sangat disayangkan, sejumlah situasi  akhir-akhir ini justru menunjukkan  kondisi    sebaliknya:  lemahnya penerapan protokol kesehatan terlihat jelas  diberbagai area publik,” kata Hargo lagi.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan di tengah ancaman varian Omicron yang merebak di berbagai belahan dunia pada penghujung tahun ini, dan   sudah  pula menembus Indonesia.

“Untuk itu, PP ISKA mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat Katolik agar tetap waspada dan taat menjalankan protokol kesehatan. Hal ini menjadi syarat mutlak agar kondisi pandemi yg sudah menurun ini bisa dikendalikan ke arah yang lebih baik,“  tambah Joanes Joko,  Sekretaris Jenderal   Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik  Indonesia.

Joanes  Joko, yang juga dikenal sebagai   Tenaga Ahli Utama  Bidang Komunikasi  Politik  Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan, bonus demografi yang akan berpuncak pada 2030    menjadi  kekuatan—sekaligus tantangan—nasional yang  memerlukan perhatian  seluruh  elemen  bangsa.  “Kita   harus mampu memanfaatkan peluang  di mana lebih dari 64% masyarakat kita berusia produktif, secara optimal,” ujar Joanes Joko.

Hargo Mandihardjo menambahkan, bonus demografi bisa menjadi peluang keberhasilan sekaligus ancaman kegagalan. Apabila kita mampu mempersiapkan sumber daya unggul dengan peluang lapangan pekerja yang  terbuka lebar, maka ini akan menjadi berkat. Sebaliknya, akan menjadi bencana bila kita gagal mempersiapkannya. Allah Maha Besar mengaruniai Indonesia  keberagaman suku, etnis, budaya,  dan  kerpercayaan.  “Kekayaan karunia ini  patut kita rawat dan  kelola dengan sebaik-baiknya,”  ujar Hargo.

Kebhinekaan ini harus terus dirawat dengan menguatkan kesetaraan sesama anak bangsa. “Hanya dengan  cara ini, kita  dapat menepis perbedaan   yang menjerumuskan bangsa ke dalam  konflik berbasis SARA. Kesetaraan akan menghasilkan keadilan tanpa diskriminasi  mayoritas – minoritas. Persaudaraan dan kesetaraan adalah nilai universal kemanusiaan yang harus  diperkuat, dirawat, dipertahankan,” tambah Hargo..

Melalui spirit solidaritas  tanpa sekat, persaudaraan,  kesetaraan  atas keadilan hak-hak dasar  hidup,  Indonesia  berhasil  menunjukkan kepada dunia bahwa  kita mampu  menumbuhkan kekuatan  yang membawa  bangsa ini  ke luar dari tragedi pandemi COVID-19. (tD)