Tidak Mau Mempermalukan di Persidangan

89

Oleh Eleine Magdalena, Penulis buku-buku best seller

TEMPUSDEI.ID (22/12/21)-Kisah kelahiran Yesus dalam Injil Matius mau menunjukkan tempat Yesus dalam silsilah Yusuf. Puncaknya ada pada keputusan Yusuf untuk menerima tanggung jawab sebagai ayah menurut hukum.

Pertunangan dalam tradisi Yahudi merupakan relasi yang kuat. Yusuf terkejut karena Maria mengandung. Sebagai orang yang menaati hukum, Yusuf tidak dapat mengambil Maria sebagai istri jika ternyata Maria telah bersama pria lain. Agar Maria tidak dipermalukan di pengadilan karena tuduhan berzinah, Yusuf mengambil inisiatif untuk menceraikan bukan dalam sidang pengadilan.

Rencana Yusuf ini dibelokkan lewat malaikat Tuhan dalam mimpi. Maria mengandung dari Roh Kudus. Sebagai anak sah dari Yusuf, Yesus diberi nama Anak Daud. Nama yang diberikan Tuhan adalah Yesus yang berkaitan dengan kata kerja Ibrani menyelamatkan.

Yusuf bisa saja tidak percaya atau menolak pesan Tuhan ini. Reaksi yang sering muncul jika rencana kita ditentang atau dibelokkan oleh peristiwa tertentu atau oleh orang lain adalah marah, kecewa, jengkel, sakit hati, atau menolak.

Dalam Injil, kita melihat sikap Yusuf yang mau menerima rencana Tuhan yang berbeda dari rencananya. Yusuf akhirnya memilih menerima tanggung jawab dan menghadapi kenyataan daripada lari dari tanggung jawab.

Yusuf seorang yang beriman. Ia menerima pesan Tuhan dan melakukannya. Pesan Tuhan ini juga melenyapkan kekhawatirannya karena ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus. Ia bertindak sesuai dengan pemberitahuan Ilahi dan mengambil Maria sebagai istri. Dengan menerima tanggung jawab untuk menikahi Maria dan menjadi ayah Yesus, Yusuf telah mengizinkan Tuhan melakukan kehendak-Nya atas hidupnya. Tiada yang lebih indah daripada menjadikan Tuhan Penguasa dan Raja atas hidup kita walaupun di awal tampak berat.

Kita perlu peneguhan dari Tuhan agar kuat menghadapi situasi yang sulit. Kita perlu minta dari Tuhan kekuatan dan kebijaksanaan agar mampu memilih dengan tepat. Sebagaimana Yusuf mendapat bimbingan, demikian pula kita perlu minta bimbingan Tuhan. Lewat Sabda Tuhan yang kita baca setiap hari, lewat doa pribadi, lewat bimbingan rohani yang sehat, kita dapat dibantu mengenali kehendak-Nya dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berniat tulus mencari kebenaran dan kehendak-Nya.