SEMERU DAN MERAPI AWAL DESEMBER 2021

222
Gunung Semeru

SEMERU DAN MERAPI AWAL DESEMBER 2021

Simply da Flores, Harmoni Institut

Dari pelataran Nusa Nipa – Pulau Naga
hati trenyuh menyaksikan berita musibah di tanah Jawa Dwipa
Napas para saudaraku terhenti tertimbun debu panas dan lahar mengganas
tempat tinggal kampung halaman, harta benda dan kebun ladang rusak musnah

Dari puncak Maha Meru, peristiwa misteri alam terjadi
bencana bagi semua yang tertimpa, manusia alam lingkungan tak kuasa dan tak berdaya
hanya menerima derita duka lara nestapa penuh tanya
Mengapa…. Mengapa ?

Kami yang lain
hanya mampu iba dan turut mendoakan
berjuang solider dengan berbagai cara
berharap ringankan duka
berikhtiar kurangi beban derita saudara
Namun, kejadian semesta ini tak terelakan
terjadi dan terjadi

Semeru,
Engkau muntahkan lahar panas membara
abu bertebaran engkau hembuskan ke berbagai arah
Mereka yang jadi korban tak pernah siap dan menduga
di luar nalar
hanya tanya dan pasrah
karena semua insan hanya bagian kecil semesta
dan rahasia-Mu Maha Tanya

Takut, gentar….
dan kini sadari ternyata kami manusia tak ada apa-apanya di hadapan kekuatan alam semesta
Kami cuma sekecil debu tergantung mutlak pada kemurahan hukum semesta
Kami bukan penguasa perkasa,
cuma satu ciptaan yang tergantung mutlak pada alam lingkungan semesta ini

Semeru bersuara maklumat kan Sabda Hyang Agung
Entah siapa yang jiwa nuraninya eling
Engtah siapa yang kesadarannya hanung
Setiap insan punya pilihan memaknai peristiwa alam ini
Sementara pandemi belum usai
bahkan sedang datang lagi

Merapi,
engkau menyahut
seperti ikut berbisik dan bersuara
pijar lahar dan hawa panas menyebar
Semeru di Timur Jawa Dwipa
Merapi di area Joglosemar

Ada apa Sang Hyang Agung
Akankah dari Galunggung dan Krakatau menggenapi?
Akankan Ibu Samudera dan Laut Utara juga bersuara?
Konon, Nusantara adalah simpul semesta
Nusantara adalah Atlantis dunia
Nusantara adalah
Rumah para bangsa
Dan inikah permulaan Windhucahya

Dari Nusa Nipa – Pulau Naga
kami yang juga panik ketika Warga Naga membuat Delapan Petisi karena diserbu istananya
untuk selera dan keuntungan manusia
Menyapa para saudara di Pulau Dewata dan Bumi Anjani
untuk nyalakan dupa sesaji sembah
Agar para Dewata, Parahyangan dan Batara-Betari
berkenan berikan petunjuk dan pertolongan
Sehingga segenap insan diterangi
semua manusia dilindungi
dan bisa menerima
kesadaran jiwa nurani
agar selalu berterima kasih pada alam semesta
senantiasa berbuat kasih sayang pada sesama
dan lahirkan harmoni damai
dalam setiap hembus napas
dan desir detak jantung
sebagai sujud syukur pada
Sang Hyang Ilahi
Sang Maha Agung
Sang Pemilik Semesta