Romo Benny Apresiasi Polri Tangkap Yahya Waloni dan Muhammad Kece

479
Romo Benny Susetyo

TEMPUSDEI.ID (30 AGUSTUS 2021)

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menyampaikan apresiasinya kepaaa Kepolisian yang menangkap Yahya Waloni dan Muhammad Kece. Kedua orang ini “diduga” melakukan penghinaan terhadap agama lain.

“Kita memberi penghargaan setinggi kepada Kapolri yang telah menegakkan hukum sebagai panglima tertinggi. Semua pelaku penodaan agama harus diproses lewat jalur hukum. Ini membuktikan Polri tidak pandang bulu. Semoga dengan tegaknya supremasi hukum, kasus penodaan agama tidak terjadi lagi,” kata Benny kepada tempusdei.id (30/8).

Romo Benny juga mengimbau masyarkat terutama generasi muda untuk menjaga etika bermedia sosial. “Para youtuber itu harus jelas, bahwa mereka mimiliki etika kepantasan publik, yang baik ya wartakan yang baik tetapi yang buruk itu harus dihindari,” kata Benny.

Menurutnya yang dilakukan Yahya Waloni, Muhammad Kece dan youtuber-youtuber lainnya yang memperolok-olok agama merupakan tindakan tidak terpuji dan dilarang oleh semua agama.

Dirinya bahkan mengecam perbuatan tersebut. Benny menyebut tindakan mereka hanya sebatas mencari sensasi supaya memiliki banyak pengikut atau followers. “Kalau pindah agama itu kan kebebasan dan dijamin oleh Undang-undang 1945 pasal 28, 29, tapi kan dia nggak boleh menjelekkan keyakinan orang lain,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat mengucilkan atau tidak mengikuti kanal-kanal youtube dan media sosial lainnya, jika kontennya tidak beretika dan tidak bermoral serta berpotensi memecah belah bangsa. “Saatnya masyarakat cerdas dengan para youtuber itu. Jangan diberi tempat. Di sinilah pentingnya kesadaran literasi dan daya kritis,” ujarnya.

Kata Benny lagi, di masa Pandemi ini, yang bangsa ini perlukan adalah semangat solider, empati, bukan masalah.  “Covid ini  menguras energi dan membuat penderitaan masyarakat harusnya konten empatinya ke situ, jangan menambah masalah lain,” pungkasnya. (tD)

1 COMMENT