Puisi-puisi Simply da Flores: Secangkir Kopi Flores dan Di Kaki Salib-Mu

173
Simply da Flores

SECANGKIR KOPI FLORES

Jangan terlalu lama
diaduk-aduk kopinya
Biarkan jemari petani
menari pada rezeki
merah kuning hijau
buah doa dan cintanya

Nyanyian Robusta dan
musik Arabika mengalun dari
pelataran dada coklat hitam
Aroma kopi Flores merasuk rasa
dan membius jiwa raga

Tambahkan gula susu jahe sesuai selera sukamu
Aku terbiasa kopi saja
hitam pekat kaya rasa

Dalam setiap tegukan,
berdenting melodi cinta petani
dan nada harmoni alam semesta,
melukiskan irama sakral membius angan sukma

Cukup secangkir saja
untuk ritual energi
meraih makna hari ini
Aku tak bisa berpaling
dan selalu pasti kembali

Pada hitam pekatmu kopi
cangkirku menanti
lestari terisi inspirasi

Nilo – Bukit Cahaya – Mmere – Flores. Foto: Simply

DI KAKI SALIB-MU
Ziarah ke Taman Doa
Nilo – Bukit Cahaya – Mmere – Flores

Mendaki tanjakan berkelok menuju puncak Nilo,
Bukit Cahaya di antara Ledalero dan gunung Kimang Buleng
Berziarah mencari pesona cahaya Ilahi
Penyejuk dahaga kasih sayang
Rezeki lapar damba jiwa raga

Saat mencapai puncak bukit Nilo
Pandangan dipuaskan dengan debur ombak laut selatan,
deretan pulau pantai utara,
panorama senja dari balik gunung Kimang Buleng di barat,
yang menyapu puncak gunung Iligai,
Mapi Tara dan Egon di bagian timur

Setelah nyalakan lilin
Membakar semua ketakutan dan duka lara yang mendera
sambil menatap salib yang tegak berdiri dibalur kilau cahaya mentari senja
Kulantunkan lagu
iman dalam ruang jiwa kepada Sang Raja Semesta Alam

“Di kaki salib-Mu Tuhan,
kutangisi dosaku
Kuingat kasih-Mu Tuhan,
hingga wafat di salib

Di atas salib ini Tuhan
Engkau pernah bersabda:
Ibu, itulah anakmu
Anak, itulah ibumu

Salib palang hina itu
Kini jadi sakti mulia
Kau selamatkan jiwa manusia
Dengan darah-Mu Kudus

Di kaki salib-Mu
Salib suci-Mu
Yang mengalahkan maut dan dosa dunia
Di kaki salib-Mu
O Yesus Penebus
Kubersujud memohon ampunan dan pertolongan-Mu”

Lagu iman dan senandung jiwa nurani mengalun,
diterbangkan angin ke puncak semesta

Jawaban Cahaya Kebesaran Ilahi,
mempesona dalam pantulan sinar mentari senja,
membalut salib dan taman pelataran,
yang kurekam dalam relung jiwa lara berpasrah,
dan kuabadikan dengan jepretan kamera gadget