Puisi Simply da Flores: Dari Ruang Ketidakberdayaan

141
Simply da Flores

DARI RUANG KETAKBERDAYAAN

Ketika pandemi menyerang kami
Ruang publik dibatasi
Berbagai aturan dibuat silih berganti
Rumah pun seperti penjara berjeruji
Karena
Kematian selalu terjadi dan menghantui
Ketakutan terus mengusai rasa, pikiran dan jiwa nurani
Hidup terasa mati
Semua serba tak pasti
Entah sampai kapan berakhir nanti

Dari pojok ruang jiwa yang tersisa
Kubuka harapan dalam kecemasan
Kusibak selimut tebal ketakutan diri
Kuarahkan mata iman yang kabur dikotori keputusasaan

Aku bisikan lirih tanyaku pada-Mu
Adakah jawaban untuk aneka tanya, yang mengeringkan air mata duka lara
Adakah pertolongan untuk sakit derita yang mendera manusia
Adakah kesudahan untuk bencana dan wabah pandemi ini
Ataukah
kami harus apa dan bagaimana

Ya Sang Maha Cinta
Jika ini rencana-Mu
Jika ini kehendak-Mu
Berilah kami seberkas sinar menerangi pikiran dan nurani jiwa kami semua
Limpahkan kasih sayang-Mu menguatkan kami, agar bisa menyadari dan memahami kebijaksanaan-Mu

Terjadilah pada kami dan seluruh alam semesta ciptaan-Mu
Engkau Maha Kuasa
Engkau Maha Agung
Engkau Maha Ajaib

Pada Misteri-Mu
Sang Maha Merdeka
Berkahi kamerdekaan jiwa raga untuk mengalami penuh sukacita segala suka lara derita ini, karena ada jaminan sinar iman, bahwa:
Engkau Maha Cinta
Engkau Maha Adil
Engkau Maha Pengasih
Engkau Maha Penyayang
Engkau Maha Rahim

Ya Allah
Dari pojok ruang ketakberdayaan ini, kelelapkan kepasrahan diriku dengan segala letih lesu duka lara yang tak tentu arah
Engkau Maha Melihat
dan Maha Mendengar