Puisi Agust G. Thuru tentang Narkoba dan Korona

76

NARKOBA

Binatang ganas itu bernama narkoba,
mengaum menyeringai
taringnya lebih tajam dari belati
siap mengunyah daging
meremukkan tulang-belulang
mengisap darah sampai kering
lalu punahlah satu generasi manusia!

Bau mayat terendus miris
dari sekumpulan hati
bertubuh manusia dengan hatinya
yang menjelma jadi serigala

Memangsa tubuh dan jiwa
yang terlanjur mendewakan kenikmatan

Tak ada rasa lelah mengejar
menangkap para penabur serbuk haram
menjebloskan dalam penjara pengap

Tapi ladang narkoba tetap subur
para bandar diam-diam memanen

Para pengawal dari persembunyian
memasang mata ke segala arah
meneropong para pengedar agar tak ceroboh

Perdagangan narkoba jadi permainan
sambil memanen buah haram
yang dihasilkan

Narkoba terus menjadi pemusnah,
satu generasi menjadi taruhan
kita mesti jujur dan tulus
untuk berperang dengannya

Denpasar, 26.06.2021
Hari Anti Narkoba Internasional

KORONA, KAU DAN AKU

Korona terus menari
meliuk tubuh penuh birahi membunuh
tiada belas kasihan
hidup tercabut kapan saja

Kematian adalah berita tak sedap
terus membayang
dan menakutkan

Seandainya kau bisa sedikit mengalah
dan berhenti melawan syarat baja
Korona bisa terputuskan

Tapi kau masih merasa kebal
bahkan dengan wajah brutal
jadi pahlawan pembela
sambil mengangkang aturan

Kau pun menjadi petaka
penabuh genta memabukkan
atau terpapar virus mematikan

Dapatkah kau jedah sejenak
dari pesta dan kerumunan
bahkan untuk doa-doamu?

Sebab Tuhan tahu,
Dia sungguh mengerti
ketaatanmu untuk cintamu
pada dunia yang dilukai Korona

Kau dan aku
yang harusnya menyembuhkan
dengan saling pengertian

Denpasar, 26.06.2021

Agust G. Thuru, Penyair tinggal di Bali