Juswanto Sedih, Sahabatnya Meninggal 45 Menit Sebelum Dapat Darah

590
Juswanto Prananto berbaju merah dan Mella
Mewakili BPKPKKKAJ, Juswanto menerima Piagam Penghargaan dari Arya mewakili PMI (foto: EDL)

TEMPUSDEI.ID (26 JUNI 2021)

Juswanto Prananto tidak dapat menyembunyikan kesedihannya ketika bercerita tentang seorang sahabatnya yang meninggal akibat tidak mendapatkan darah di saat-saat ia sangat membutuhkan. Keluarganya sudah berusaha mencari sumbangan darah ke sana ke mari. Tragis! Mereka justru mendapatkan darah 45 menit setelah yang bersangkutan meningggal. “Memang dapat darah, tapi 45 menit setelah sahabat saya itu meninggal. Sulit sekali dapat darah,” ujar Juswanto di sela-sela acara aksi donor darah yang dilaksakan di MGK Kemayoran pada 25 Juni 2021.

Aksi tersebut atas kerjasama Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Keuskupan Agung Jakarta (BPKPKKKAJ) dan MGK Kemayoran.

“Betapa sedihnya mendapati berita orang meninggal akibat ketiadaan stok darah,” ujar Juswanto lagi.

Karenanya, aktifis di BPKPKKKAJ ini menaruh apresiasi yang sangat tinggi kepada mereka yang rela menyumbangkan darahnya bagi sesama, apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. “Darah itu dari Tuhan, bisa untuk selamatkan sesama. Ibaratnya, kita berbagi darah berarti berbagi kehidupan,” katanya lagi.

Situasi seperti yang dialami sahabatnya dan yang sedang terjadi di mana-mana saat ini, jelas Juswanto, mendorong BPKPKKKAJ tetap melakukan aksi donor darah di tengah “situasi genting”, di saat jumlah orang yang terpapar Covid melonjak tajam di Jakarta dan sekitarnya.

Para petugas security tidak ketinggalan menyumbangkan darah nereka (Foto:EDL)

Tampak masyarakat luas dan para pegawai MGK seperti para petugas security ikut serta menyumbangkan darah mereka.

Arya Sandhiyudha, Ketua PMI Jakarta bidang kerjasama menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif melakukan aksi tersebut. “Semoga ini diikuti oleh lembaga-lembaga keagamaan atau lembaga apa pun yang lain. Kita memang sedang sangat butuh darah untuk para korban pandemi korona ini. Yang namanya darah, tidak bisa digantikan dengan apa pun, maka terima kasih untuk masyarakat dan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang telah melakukan aksi ini. Kami sangat mengapresiasi,” ungkap Arya kepada tempusdei.id di lokasi. Hadir juga dalam acara ini Kepala Unit Donor Darah PMI DKI Ni Ken Ritchie.

Untuk meminimalisir penyebaran virus di tempat kegiatan, dan agar darah yang disumbangkan terbebas dari virus dan hal-hal lain, panitia menyiapkan pos pemeriksaan antigen secara gratis dan pemeriksaan diabetes. “Kita sungguh mau, mereka yang menyumbang sehat dan darah yang disumbang pun sehat,” ujar Mella, salah seorang panitia. (tD)