Peter Bulu Walu, A. Md: Kita Harus jadi Orang Desa yang Sejahtera dan Mandiri

238
Peter Bulu Walu, A. Md

TEMPUSDEI.ID (1 JUNI 2021)

Tidak ada yang salah dengan menjadi orang desa. Kita tidak perlu juga mau cepat-cepat jadi orang kota. Di desa kita tinggal, hidup, bekerja dan mengalami semua. Tapi meskipun kita orang desa, kita harus maju dalam cara berpikir dan cara bekerja. Itulah yang mendatangkan kemandirian.

Hal tersebut dikatakan Petrus Bulu Walu atau yang akrab disapa Peter, calon Kepala Desa Kabali Dana, Kecamatan wewewa Barat, Sumba Barat Daya (SBD), NTT dalam perbincangan dengan tempusdei.id.

Menurut Peter, hanya orang yang mau berpikir dan bekerja keras yang bisa maju. Karena itu dalam visinya sebagai calon Kepala Desa dia katakan, akan berjuang bagi terwujudnya Masyarakat Desa Kabali Dana yang partisipatif, maju, sejahtera dan mandiri. “Dalam hidup dan perjuangan bersama, setiap orang harus mau ambil bagian atau berpartisipasi. Kekuatan yang ada kita satukan untuk kemajuan bersama. Di situlah kita bisa maju, sejahtera dan mandiri,” ungkap pria lulusan sebuah akademi perbankan di Yogyakarta ini.

Dia menyebut model kerja gotong royong ala orang Wewewa, yakni dowwona dan rappona  sebagai contoh. “Dalam banyak hal kita bisa dowwona dan  rappona. Model-model ini yang akan saya hidupkan nanti, tentu dengan kreasi-kreasi baru,” jelasnya lagi. “Tidak hanya dalam urusan manairo (kerja di kebun) kita rappona, tapi juga dalam sekolahkan anak, bangun rumah dan lain-lain. Tentang ini semua kita sama-sama sudah punya semangat. Mari kita hidupkan dan lakukan dengan tertib,” ajaknya.

Lebih lanjut kata Peter, dalam memimpin di level apa pun, tidak bisa tidak, harus ada kejujuran, kerja keras dengan contoh, profesionalitas dan transparansi. “Dengan itulah seorang pemimpin dicintai, dicontoh, dan dengan begitu ia bisa menggerakkan orang lain untuk tujuan bersama,” urainya.

“Kalau sudah tidak ada kejujuran, maka dana yang 1,3 M itu hanya akan dipakai untuk diri sendiri. Pemimpin yang tidak jujur hanya akan memikirkan dirinya. Dan ciri lain dari pemimpin yang tidak jujur, dia tidak akan melibatkan orang lain dalam bekerja,” ungkap Peter.

Hal lain yang dia katakan, seorang pemimpin harus bisa menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya untuk meningkatkan produktifitas. “Dalam konteks kami di sini, ya meningkatkan produklivitas pertanian, perkebunan, pertambangan, peternakan, usaha kecil dan menengah. Saya benar-benar yakin bahwa masyarakat di sini ingin maju, hanya mereka perlu motivasi dan pendampingan dengan contoh. Kita akan kembangkan kampung berkecukupan pangan, bebas dari kelaparan,” ujarnya mengutip salah satu dari konsep dalam Misi-nya.

Menurut Peter, dengan ekonomi yang baik, yang dicapai dengan pola-pola yang sehat, masyarakat akan semakin sehat pula dan berketurunan yang cerdas. “Dengan demikian kita menjadi desa yang sejahtera. Kalau sudah begitu, desa kita akan menjadi tempat yang nyaman untuk kita ditinggali. Kita bisa benar-benar bangga menjadi warga desa,” ujar salah satu dari lima calon Kepala Desa ini tenang. (tD)