Puisi-puisi Ian CK tentang Kemarau, Adaptasi Rasa dan Ketersesatan

167
Ian CK

TEMPUSDEI.ID (7 Juli 2021)

MUSIM KEMARAU

Aku tiba di musim kemarau
tanah telah memecahkan diri jadi bilangan prima
pohon-pohon jati telanjang
matahari memeras air mata
hati rakyat merah oleh sebab gagal panen.

Siapa ingin jadi hujan?
Memulihkan tanah, melipatgandakan kesuburan
kenakan pakaian hijau
menahan cara kerja semesta

Tanyakan segalanya pada Tuhan!
Pemilik musim-musim hidup manusia.

Kupang, 2020

ADAPTASI RASA

Sejak jumpa mengobar bara dalam dada
aku pernah sekukuh Lakaan
tesergam biru langit Atambua
berdeging karang Penfui
melupakan hari-hari baik
meramal takdir dan masa depan.
menggariskan jarak Timor
memakan cemburu
berperangai lucu
bak bocah bermain tiktok.

Adaptasi rasa seperti sedang berperang merebut kemerdekaan.
Jatuh cinta adalah penjajah
Setelah bergerilya butuh waktu melumpuhkan,
memaksa berarti mati
Setiap ledakan memerangahkan seluruh diri
bersembunyilah abadi.

Kelak sejarah mencatat
aku pernah menjadi suara-suara rindu
bergelantung di dinding kisah.
Sementara selamanya.

Kupang, 2021

TERSESAT DI JALAN YANG BENAR

Dalam ziarah sunyi mencari surga
di tingkap penyerahan sempurna
kerapuhan merebahkanku ke tanah

Waktu memulihkan luka
merawat sedih
hapus aib dari wajah

Dalam sempit bilik
angin mengintip alas kaki
alasan-alasan memagar diri

Keinginan menyembul
jiwa pasang surut
dalam pusaran jalan

Dimana menemukan surga?
Tuhan yang sunyi.
Keinginan yang berbunyi.

Kupang, 2021.

Ian CK atau  Christian Kali lahir di Atambua, 6 Agustus 1993. Saat ini bergiat di Komunitas Filokalia, Seminari Tinggi Santo Mikhael Kupang.

Facebook Comments

BACA JUGA:  Yerusalem ! Yerusalem !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here