Puisi-puisi Agust G. Thuru untuk Para Buruh

24
Penyair Agust G. Thuru

SATU MEI

Biasanya saat matahari satu Mei
menjelajah segala ruang kota
jalan-jalan tak pernah sepi
dari suara pejuang memekakkan
selalu ada teriakan mengasah segala saraf
dengan ujud untuk keadilan

Kali ini genta sunyi menekuk
mematikan kekuatan melawan ketakadilan
berjedah turun berjuta massa
sampai jalan kota tak lagi terpapar
oleh bau asa kemarahan

Biasanya jalan kota berkabut
asap api meniduri langit
meludah amarah pada ban bekas
tahun ini genta kesunyian ditabuh
bersama keringat yang kalah diperjuangkan

Genta kesunyian meresap pada nurani
menangisi kematian ragawi
seribuan buruh yang bertarung
di antara ketakpastian nasib
dalam luka sayatan tak tersembuhkan

Denpasar, 01.05.2021

 

KETIKA KAU PULANG

Ketika kau pulang ke kampungmu
menumpang pada peti mati
dalam beku daging dan tulang belulang
bibir yang terlanjur kaku bisu
air mata cinta membasuh jiwamu
itu tanda kau dicintai

Merantau ke Malaysia
itu bukan garis kehidupan
yang ibunda torehkan di plasentamu
saat kau mulai tumbuh
di rahimnya yang maha luhur

Entahlah kita harus bilang apa
tentang kehidupanmu yang terenggut
terpatahkan di tangan para majikan
pada darah amarah yang mendidih
dan kau tak lagi manusia di matanya

Kematianmu dirayakannya tanpa penyesalan
bahkan tanpa menguak pintu penjara
nyawamu cuma seharga sekerat sampah
yang dapat dicampakkan
bila sudah tak dibutuhkan

Ketika kau pulang ke kampungmu
menumpang peti mati tanpa karangan bunga
tangis pedih perih menyapamu
sedang kau pulas dalam kebisuan
di sana, di tempat kerjamu
majikan kembali muntahkan amarahnya
pada korban pengganti darahmu

Denpasar, 01.05.2021
Selamat Hari Buruh

Agust G. Thuru, Penyair, tinggal di Denpasar

Facebook Comments

BACA JUGA:  Puisi Emanuel Dapa Loka: Pada Malammu, Kapernaum !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here