Puisi-puisi Weinata Sairin tentang Negeri yang Menangis, Doa di Tengah Badai dan Aib Negeri

153
Badai itu menambah penderitaan mereka. (ist)

NEGERIKU MENANGIS

Negeriku kini menangis
air mata kering kerontang
tak mampu lagi
menetes
tak bisa lagi
menitik membasahi
lembar lembar kehidupan

Sudah setahun negeri ini didera corona
begitu banyak warga bangsa
kehilangan nyawa
puluhan ribu merintih lirih
di ruang-ruang isolasi

Ekonomi terkapar nanar
para pekerja haus dan lapar
kemiskinan mencekik sebagian
lapisan masyarakat

Di saat yang sama mereka dalam ketamakan dan libido tinggi
asyik korupsi
melahap uang Bansos tanpa
berpikir dosa dan harga diri

Rakyat banyak diserang ispa
dan sakit tenggorok
menenggak kehidupan penuh duri dan onak
menghirup udara berbau busuk
di tengah bau busuk yang mengaliri ruang waktu
para teroris tetap saja beraksi
mencoba membunuh umat beriman
dengan bom bunuh diri

Tuhan
Tak tinggal diam
umat beriman berada dalam dekap kasihNya

Kini warga bangsa
kembali menangis menjerit miris
badai siklon tropis melumat habis
kawasan NTT dan sekitarnya
banjir bandang, longsor, angin puting beliung,
tak hanya mengangkat atap rumah dan merobohkan pohon-pohon
tapi juga menghabisi lebih 60-an nyawa warga bangsa

Kehidupan desa yang guyub, aman, nyaman
tiba-tiba menyemburkan memori traumatik
yang menorehkan luka pedih perih
menyakitkan ruang-ruang kehidupan

Di desa Tamakh, kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, NTT,
menyaksikan suasana kematian yang mencekam
seorang anak bangsa melafaz doa :
“Tuhanku, kasihani dan kasihi kami dengan Kasih-Mu yang tiada terbatas, tuntun dan papah kami  dengan Roh Penolong agar kami mampu melewati masa kekelaman ini. Kami yakin dalam Kairos-Mu, kami akan dipulihkan, negeri kami berhenti menangis

Dosa dan pelanggaran kami
janganlah Kau ingat-ingat
tetapi ampunilah dosa kami
dan baruilah kedirian kami!”

Jakarta,6 April 2021/3.38

BACA JUGA:  Puisi-puisi Simply da Flores tentang Jihad, Rahim Jiwa dan Kesempurnaan Allah

DOA DI TENGAH DERA BADAI

Ada luka berdarah menganga
menyinggahi ruang-ruang di kedalaman nurani

Ada rasa pedih-perih
mengiris hati berbalut duka

Tak mampu kuurai dalam narasi
rasa sedih, haru  yang menyayat kalbu
tatkala Rote, Alor, Kupang dan beberapa wilayah sekitarnya porak poranda, luluhlantak
diterjang garang badai siklon tropis
yang mengamuk liar tanpa iba

Maut merenggut lebih seratus jiwa
puluhan yang hilang ditelan longsor
ribuan pengungsi
terpaksa hidup dalam tenda-tenda darurat
menenggak derita
yang datang tiba-tiba
Sumba, Flores, Adonara, Lembata dan daerah sekitarnya
didera derita
ada jerit, isak tangis, suara nyaring meraung  memohon pertolongan
yang nyaris tak terdengar
tenggelam dalam suara air banjir yang melimpah ruah
serta suara pohon-pohon yang tumbang
dihantam siklon seroja
Sumba, Flores, Adonara, Lembata dan seluruh wilayah sekitarnya
menyanyikan lagu duka
Indonesia menangis
Indonesia berduka

Tuhan,
hadirkah Engkau dalam imanen-Mu
di tengah luka dan derita yang merobek-robek negeriku?

Di mana Engkau tatkala Sasando
tak mampu lagi
membahana di Rote Ndao?

Ya Tuhan, perahu ini hampir karam
selamatkan kami
Tuhan, ampuni kami
Iman kami yang teguh tetap yakin bahwa Engkau
adalah Allah yang perkasa yang bertindak cepat dalam Kasih dan Kairos-Mu
yang tidak membiarkan kami mati
terpanggang derita

Pulihkan Sumba, Flores, Adonara, Lembata dan semua wilayah terpapar bencana
pulihkan dan bangkitkan Indonesia
agar mampu membangun
habitus baru
keadaban baru!

Jakarta, 8 April 2021/2.58

AIB-AIB MENODAI NEGERI

Ada orang-orang berhikmat bilang
Tuhan sedang memberikan peringatan keras
bagi umat manusia yang Ia ciptakan

Ada penyiar agama berdakwah
lewat youtube dan media on line,
hari kiamat sudah di depan mata
beragam tanda zaman telah diturunkan
agar manusia bertobat
kembali ke jalan lurus

BACA JUGA:  Puisi-puisi Weinata Sairin untuk Koster Katedral Makassar yang Terluka dan Tentang Seorang Ibu

Virus yang mengganas
bencana alam
mendatangkan kelam
longsor, tanah bergerak, banjir
merendam kaum miskin
Etik, moral yang meruntuhkan keberadaban
hadir menorehkan sejarah hitam
dalam lorong-lorong kehidupan umat manusia

Cyber crime merebak
kejahatan seksual, KDRT, perdagangan perempuan, arisan bodong,
beragam jenis penipuan telah hadir
dan mencemarkan negeri beragama

Agama-agama nyaris kehilangan
spirit dan power-nya
lalu manusia mendirikan agama baru,
menahbiskan nabi baru yang dianggap lebih heroik,
visioner dan mampu  menjawab kebutuhan umat

Korupsi terjadi di mana-mana
hampir setiap saat
oleh siapa saja
Para koruptor berdasi menggunakan multi strategi
mengeruk uang negara
untuk pengayaan pribadi, kepentingan lembaga dan komunitas

Korupsi adalah aib-aib yang mengotori NKRI
Korupsi adalah pembusukan negeri
yang penduduknya ramah-tamah dan alamnya indah menawan
Korupsi adalah perlawanan dan penjungkirbalikan ajaran agama
Korupsi adalah tindakan melawan hukum
yang mengambil hak orang lain dan menimbulkan kemiskinan
Korupsi sebagai aib bagi negeri
mesti dilawan tanpa henti
mesti dibersihkan
dari vokabulari
setiap anak negeri!

Weinata Sairin adalah teolog dan pendeta

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here