Puisi-puisi Weinata Sairin untuk Koster Katedral Makassar yang Terluka dan Tentang Seorang Ibu

672
Weinata Sairin
Gereja Katedral Makassar

KOSTER ITU BERNAMA COSMAS BALALEMBANG

Koster itu bernama Cosmas Balalembang
ia mengabdi demikian lama
di gereja katedral
tua dan besar
di kota makassar

Koster itu bernama
Cosmas Balalembang
ia jujur, lugu, pelayan berdedikasi
tak usah tanya agama atau sukunya

Koster itu bernama Cosmas Balalembang
tak penting orang menyebutnya Cosmas atau Kosmas
di minggu pagi 28 maret 2021
ia menorehkan
jejak historis amat bermakna
ia menghadang dua orang tak dikenal
di pintu gerbang kompleks katedral
lalu ia menjadi saksi mata
meledaknya bom bunuh diri
misa minggu palma ternoda

Bom itu merobek ibadah sakral umat
menyayat hari minggu kudus,
bom bunuh diri
meluluhlantakkan
pilar-pilar kerukunan
dalam sebuah NKRI yang majemuk

Koster itu bernama Cosmas Balalembang
dialah pengaman di katedral itu
tubuhnya penuh luka dan berdarah-darah
dirobek serpihan bom

Koster itu bernama Cosmas Balalembang
tak usah kaitkan dengan suku, agama atau apa pun
luka dan darah yang tertoreh di tubuhnya
penanda ia sosok jujur, tulus, pejuang,
bertanggung jawab, ikhlas berkorban bagi sesame

Negeri ini membutuhkan
sosok-sosok Cosmas
andai tak ada seorang Cosmas
yang cekatan dan cerdas
bom itu bisa diledakkan di dalam gedung gereja
korban kebiadaban dan kebarbaran makin membesar memperburuk
martabat manusia

Koster itu bernama Cosmas Balalembang
roh kejujuran, ketulusan, cinta kasih, tanggungjawab, dedikasi, pengorbanan
yang menguasai kediriannya
menjadi sumber inspirasi
bagi banyak orang
dalam menenun kehidupan
menuju ke keakanan.

Jakarta, 29 Maret 2021/3.15

Doa seorang ibu

DOA SEORANG IBU
Seorang ibu tua
masih tetap tekun berzikir
melewati malam-malam kelam

Dilantunkannya ayat-ayat suci
Suaranya lembut
merobek sepi

Seorang ibu sepuh
di kamarnya bersimpuh
bibirnya melafaz doa sepenuh iman
sebulat takwa

BACA JUGA:  Siapa Pelaku Bom Katedral Makassar? Ini Kata Analis Terorisme Stanislaus Riyanto

Dalam doa ia berjuang menghalau galau
yang meliliti tubuhnya
sebulan ini

Anak sulungnya
dijerat pidana
proses hukum menemukan bukti sahih ia melakukan praktik suap
atas proyek pengentasan kemiskinan
dan perbaikan kampung

Seorang ibu lanjut usia
tak kenal lelah
mengucap doa:
“Ya Allah, ya Tuhanku
ampunilah dosa anakku
ia telah mengambil apa yang bukan haknya
ia melakukan kejahatan merampas hak
orang miskin
ajarlah ia selama di lapas
untuk melakukan
tobat nasuha!”
Seorang ibu sepuh
terus-menerus berdoa
agar manusia insyaf
bahwa korupsi dalam banyak bentuk
adalah kejahatan maha dahsyat
adalah aib yang mencemarkan agama
adalah noda
yang membusukkan agama.

Jakarta, 28 Maret 2021/4.10

Weinata Sairin, Teolog dan penyair

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here