Puisi-puisi Weinata Sairin tentang Koruptor Kotor dan Makam yang Mencekam

28

KORUPTOR KOTOR TERKAPAR

Di jantung malam kelam
di bawah lampu temaram
sang koruptor terengah-engah
berjuang melawan
pneumoni kronis
yang mencekik lehernya

Ia tergolek tanpa daya
di ruang lapas
sulit bernafas

Tiga tahun ia lewati
menghidupi ruang lapas pengap
tanpa harap

Dalam temaram cahaya ia melafaz doa :
“ya Tuhan, jika nafasku berhenti kini dan di sini
dan kefanaan kulewati bersama sepi yang melilit kuat
ampuni dosa-dosaku ya Tuhan
kubertobat
ku bersimpuh di depan-Mu
kurindu memasuki era kekekalan
dengan hati putih suci
hidup abadi bersamamu”

Sang koruptor kotor terkapar
lusuh, lelah dan pasrah

Tatkala seorang sipir datang ke ruangan itu
di pagi putih
sang koruptor
terkapar di lantai
denyut jantungnya telah berhenti.

Jakarta, 23 Maret 2021/3.19

DI MAKAM MENCEKAM

Siang itu Sando ke makam
ibunya terkena serangan jantung
dan semalam nafasnya berakhir di igd

Sando dirundung duka tiada habisnya
sebulan yang lewat
ayahnya wafat di depan tv
sesudah menyaksikan tayangan tv
Sando terjerat OTT
ketika menerima uang suap
satu miliar genap
di kamar hotel gemerlap

Ia hadir di makam
suasana mencekam
air matanya kering
tak bisa lagi menetes
hatinya hancur
kedua orang tuanya
wafat dalam usia muda
perbuatan Sando
membuat keluarga ternoda,
tercemar, tergores aib

Jiwanya merintih perih
di makam semua mata terarah kepadanya
orang sekantor
semua tetangga
mencibir

Siang itu cuaca cerah
mentari tidak menampilkan terik membakar
namun tubuhnya
basah dibanjiri keringat

Ia berjalan pulang
meninggalkan makam mencekam
korupsi menghancurluluhkan kehidupan keluarga
tubuh ini
negeri ini
mesti bersih
dari virus korupsi.

Jakarta, 24 Maret 2021/3.23

Weinata Sairin adalah teolog dan penyair

Facebook Comments

BACA JUGA:  Puisi-puisi Veronica Um Kusrini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here