Asia Sidot: Mari Rawat Kebhinekaan danToleransi

17
Asia Sidot

SANGGAU, KALBAR, TEMPUSDEI.ID (22 MARET 2021)

Negara Republik Indonesia sampai ini tetap berdiri kokoh karena Para Founding Fathers sudah meletakkan pondasi yang sangat penting.

Empat pilar yang kokoh sebagai penyokong Negara Indonesia itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Meskipun terdiri dari berbagai suku dan agama namun berkat 4 pilar Negara memperkokoh solidaritas antar warga masyarakat dari Sabang sampai Merauke hingga saat ini, Indonesia tetap bersatu.

Hal ini diungkapkan oleh Adrianus Asia Sidot dalam resesnya yang digelar di Kelurahan Bunut, Desa Embaong, Kabupaten Sanggau. (18 Maret 2021)

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar tersebut menilai, dalam keberagaman yang tertanam rapi di hati anak bangsa ada tersimpan belati yang sedang memperkeruh  kebhinekaan.

Menurutnya, saat ini para kelompok-kelompok separatis, radikalisme dan terorisme yang mengingkari kebhinekaan dan persatuan,  tumbuh dan bergerak dalam bingkai NKRI.

“Seperti yang kerap didengar belakangan ini, mulai banyak paham intoleransi dan kelompok-kelompok radikal yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan, ingin mencoba mengganti Pancasila yang merupakan salah satu dari 4 pilar utama dengan ideologi yang lain. Tentu hal ini perlu dicegah dari sejak dini,” tegas Asia Sidot.

Dari kasus-kasus yang mengaburkan eksistensi persatuan NKRI itu, lanjutnya, sosialisasi 4 pilar untuk semua lapisan masyarakat Indonesia menjadi sangat penting. Supaya seluruh rakyat memahami betul bahwa Indonesia kuat karena selalu menjaga 4 pilar utama negara.

“Sebagai warga negara yang cinta pada NKRI, Menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan, dalam hal ini,  artinya melaksanakan apa yang tercantum dalam 4 pilar utama negara RI, konsep 4 pilar harus menjadi praktik hidup bersama warga masyarakat,” ungkapnya Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar II tersebut.

BACA JUGA:  Fraksi Golkar Persatuan Kota Bekasi Berbagi dengan Gugus Covid-19 Kota Bekasi

Dalam acara tatap muka dengan masyarakat Desa Embaong, selain menggali berbagai persoalan yang ada di masyarakat, yang terpenting bagi Adrianus adalah mengingatkan kembali pelaksanaan 4 Pilar Utama Negara dalam kehidupan bermasyarakat.

Di harapan para konstituen, Adrianus mengulas kembali fakta sejarah penjajahan di bumi NKRI yang menurutnya terjadi karena rakyat Indonesia saat itu mudah diadu domba.  Indonesia  pernah dijajah Belanda hingga 350 tahun dan juga dijajah Jepang karena rakyat Indonesia saat itu mudah diadu domba.

“Dari fakta sejarah itu, kita mengambil hikmah untuk menegaskan kepada dunia, bahwa rakyat kita sangat cinta pada persatuan dan kesatuan, tidak boleh diadu domba pihak manapun, dengan memahami dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, maka kita tidak akan mudah digoyang dengan gerakan intoleransi dan berbagai paham-paham lain yang membawa Indonesia pada kehancuran,” kata Adrianus Asia Sidot.

“Mari kita rawat Bhinneka Tunggal Ika dan kembangkan sikap toleransi,” ajak Adrianus Asia Sidot.

Pada penutup acara tersebut, Adrianus berpesan, jika ada kelompok yang ingin mengembangkan sikap intoleransi, sebaiknya tidak diberi ruang gerak dan harus dicegah sejak dini.

“Semua lapisan masyarakat Indonesia harus sepakat dan sepaham untuk selalu menjaga 4 Pilar Utama Negara Indonesia,” tutupnya. (Yogen)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here