Perjalanan Berkeluarga Adalah Peziarahan Doa

296
Eleine Magdalena

TEMPUSDEI.ID (22 MARET 2021)

Oleh Eleine Magdalena, Penulis buku-buku renungan

Berikut kisah perjalanan sebuah keluarga yang ditopang oleh doa. Ibu Suryani mengisahkan perjalanan keluarganya yang ditopang oleh doa.

Ketika ditanya apa kunci keharmonisan dan kebahagiaan yang saat ini dialami keluarganya, Ibu Suryani menjawab bahwa kebahagiaan mereka sepenuhnya diperoleh di dalam Tuhan. Ibu ini memegang teguh dan percaya Sabda Tuhan: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:7).

Ibu Suryani telah menikah selama 39 tahun. Sejak anak-anaknya masih kecil bahkan ketika masih dalam kandungan, Ibu Suryani selalu membiasakan diri membaca Kitab Suci dan berdoa bersama dalam keluarga. Tidak mudah memang mencari waktu untuk berkumpul bersama. Jika tidak semua anggota keluarga lengkap berkumpul maka keluarga yang ada di rumah tetap berdoa. Yang dilakukan saat berdoa bersama adalah bergiliran membaca ayat dari perikop Kitab Suci yang dipilih. Setelah itu hening lalu masing-masing berdoa sesuai dengan keadaannya hari itu. Entah bersyukur, memohon atau mendoakan keperluan tertentu.

Keluarga ini mempunyai pokok-pokok doa yang disepakati dan didoakan bersama selama beberapa minggu, bulan bahkan bertahun-tahun. Mulai dari urusan sekolah, pekerjaan, pacar, kesehatan, dan pelbagai keperluan lain. Beberapa ujud doa yang terus didoakan oleh ibu ini adalah soal studi, jodoh, dan masa depan anak-anak mereka.

Apa yang Ibu Suryani doakan selama puluhan tahun telah dijawab Tuhan. Keempat anak mereka telah menyelesaikan pendidikan tinggi di universitas yang mereka pilih. Anak pertama dan kedua telah menyelesaikan gelar master di Amerika Serikat. Sedangkan anak ketiga dan keempat juga telah menyelesaikan pendidikan tinggi di Australia.

BACA JUGA:  BERBISNIS ALA KATOLIK

Setelah menyelesaikan studi, mereka juga mendapat pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang mereka pelajari. Anak pertama dan kedua telah mengembangkan usaha sendiri.

Mengenai pasangan hidup bagi anak-anak mereka, keluarga ini juga memercayakan pilihan pasangan hidup kepada anak-anak mereka disertai doa. Sejak anak-anak masih kecil, Ibu Suryani telah berdoa kepada Tuhan untuk pasangan hidup yang baik bagi anak-anak. Begitu nyata Tuhan telah turut campur tangan mempertemukan mereka dengan jodoh yang sesuai dengan harapan keluarga ini. Hingga sekarang anak pertama dan kedua telah berkeluarga dan membangun keluarga yang baik pula. Keluarga yang dibangun dalam doa memberi dasar yang kuat bagi anak-anak dalam membentuk keluarga baru mereka.

Setiap jengkal perjalanan hidup keluarga ini adalah perjalanan doa. Bukannya tanpa penderitaan, kesukaran dan cobaan. Keluarga ini telah melewati banyak jatuh bangun. Perbedaan sifat antara suami istri, masalah antara anak dan orangtua, kesulitan dalam pekerjaan dan pelayanan dapat mereka lalui dengan berdoa. Ibu Suryani sering berkata bahwa ia sadar betul bahwa ia sering tidak mampu, namun Tuhan selalu memberi kekuatan baru lewat doa, sakramen dan Sabda-Nya. Janji-janji Tuhan dalam Kitab Suci meneguhkan hatinya. Ia teguh melangkah memperjuangkan apa yang baik dan benar karena percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkannya. Semakin ia percaya, semakin ia bersandar pada Tuhan, semakin nyata kuasa dan kasih Tuhan dalam keluarganya. Ia hanya dapat menyandarkan harapannya kepada Tuhan dan melihat buah-buah doa dalam keluarga dan anak cucu mereka.

Keluarga ini bersaksi, jika kita tetap tinggal di dalam Tuhan, berakar dan bertumbuh di dalam Dia, maka kita akan akan memetik buah yang manis dalam hidup kita demi kemuliaan nama-Nya. (Kisah Kasih Tuhan, 2015)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here